Tinjau Pasar,Tim Satgas Pangan Sultra Temukan Ada Kenaikan Harga

37 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Menjelang Natal 2017 dan Tahun baru 2018 harga pangan di pasaran mengalami kenaikan.

Itu terlihat berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan Tim satgas Pangan Sultra yang dipimpin langsung Wakil kepolisian daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia (BI), Disperindagkop, BPOM, dinas pertanian dan perternakan Sultra. Di dua pasar yang ada di Kota Kendari yakni pasar Anduonohu dan pasar Mandonga.

Wakapolda Sultra, Kombes Pol Winarto mengatakan,operasi pasar yang dilakukan ini menindaklanjuti perintah dari Kapolri Tito Karnavian yang memang petunjuk langsung dari presiden Joko Widodo untuk menjaga stabilitas harga di pasar menjelang natal dan tahun baru 2018.

“Sementara ini kita lihat  di pasar Anduonohu dan pasar Mandonga ada beberapa harga yang naik dan ini kita akan tindaklanjuti kenapa bisa naik,” Katanya usai meninjau di dua pasar di Kota Kendari, Kamis (14/12/2017).

Adapun komoditi pangan yang mengalami kenaikan, Lanjut Ia, seperti telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabai merah merah.

“Penyebab kenaikan menurut pedagang tadi, harga dari distributor sudah naik seperti ikan ada yang naik ada juga yang tidak. Karena ada ikan tertentu yang susah didapatkan dan tentunya factor cuaca,” tutupnya

Sementara Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono mengatakan, harga pangan di pasaran untuk saat ini masih relatif stabil meskipun ada beberapa harga pangan yang naik namun itu hanya sementara dikarnakan kondisi cuaca yang terus berubah – ubah.

“Ada beberapa memang seperti sayur, seperti ikan karna memang faktor cuaca ada hujan tinggi ada hujan angin di beberapa lokasi yang sepertinya mendorong kenaikan, kenaikannya relatif masih terpantau, terjangkaulah, yang jelasnya,” ungkapnya usai melakukan Sidak dipasar andounohu.

Lanjut, Minot mengatakan, pihaknya juga sudah sering melakukan pemantauan harga secara rutin dan melaksanakan survei demi menjaga target inflasi ditahun ini, guna memastikan perkembangan harga yang ada di pasaran.

“Kalau inflasi kemarin untuk Sulawesi Tenggara relatif lebih rendah, kita masih dibawah angka target nasional dan sampai November kemarin, kita baru mencapai 2,6 jadi masih rendah, cuman, kita juga harus memantau karna biasa akhir tahun, bisa kita pastikan tidak ada gejolak harga,” pungkasnya.

Laporan : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *