SULTRALINE.ID -KENDARI
Selama bertahun-tahun, sagu kerap dipandang sebatas pangan tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Di berbagai daerah, sagu hadir sebagai bagian dari budaya dan identitas lokal yang diwariskan lintas generasi. Namun di balik citra sederhananya, tersimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga aset ekonomi yang mampu menggerakkan roda pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah meningkatnya tantangan ketahanan pangan global, perubahan iklim, dan kebutuhan akan sumber pangan yang berkelanjutan, sagu hadir sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia. Sayangnya, potensi tersebut masih sering tertahan pada pola pengelolaan yang konvensional. Banyak daerah penghasil sagu masih menjual hasil produksinya dalam bentuk bahan mentah atau produk sederhana dengan nilai tambah yang relatif rendah.

Akibatnya, manfaat ekonomi yang diterima masyarakat belum maksimal. Padahal, ketika sagu mampu diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, peluang ekonomi yang tercipta jauh lebih besar. Mulai dari makanan fungsional, camilan modern, tepung siap saji, hingga produk kreatif berbasis sagu, semuanya memiliki potensi pasar yang terus berkembang.



































