SULTRALINE -KENDARI
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Kota Kendari menggelar rapat perdana pada Kamis sore, 21 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di salah satu coffee shop ternama di Kota Kendari itu menjadi momentum awal pengenalan jajaran kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Nini Rianti sebagai Ketua DPC INSA Kendari.
Rapat tersebut dihadiri seluruh pengurus DPC INSA Kendari dengan agenda utama memperkuat struktur organisasi serta membangun sinergi bersama para pemangku kepentingan di sektor pelabuhan dan maritim Sulawesi Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Nini Rianti memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan organisasi ke depan. Beberapa di antaranya meliputi pembahasan pendekatan melalui angket, wawancara bersama KSHP, analisis berbasis prinsip tertentu, hingga penyusunan rubrik dan presentasi angket baru.
Tak hanya itu, rapat perdana tersebut juga membahas aturan main internal keanggotaan INSA Kota Kendari sebagai langkah awal memperkuat soliditas organisasi.
Nini Rianti menegaskan bahwa seluruh anggota INSA harus mampu membangun organisasi pengusaha pelayaran yang solid, profesional, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi maritim di Sulawesi Tenggara.
“INSA Kendari diharapkan menjadi organisasi pelayanan nasional yang terpercaya, profesional, dan adaptif dalam memperkuat konektivitas logistik serta ekonomi maritim daerah,” ujar Nini.
Ia juga menekankan pentingnya membangun solidaritas antaranggota, profesionalisme usaha pelayaran, penguatan jaringan bisnis maritim, serta kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta guna mendorong pertumbuhan industri logistik dan pelabuhan di Sulawesi Tenggara.
Sebagai informasi, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) merupakan organisasi yang menjadi wadah para pengusaha pelayaran di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 1967 dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Menteri Maritim Nomor DP.10/7/9 tanggal 6 September 1967 sebagai satu-satunya organisasi perusahaan pelayaran yang diakui pemerintah.
Liputan: Chiko Atman
Editor: Bahri



































