Jelang Akhir Tahun 2017, Nilai Ekspor Impor Sultra Naik 100 Persen

SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, nilai ekspor Sultra untuk November 2017 naik 100 persen dibanding dengan catatan yang sama untuk periode September 2017.

Dari data BPS, untuk nilai ekspor Sultra November mencapai US$ 76,06 Juta sedangkan pada September 2017 hanya US$37,68 Juta.

Kepala BPS Sultra, Aqto Mardianto dalam rilis data bulanan BPS Sultra, Senin (4/11/2017), menjelaskan, Tiongkok, India dan Korea Selatan masih menjadi negara pengekspor terbesar dengan nilai, US$110,26 Juta, US$ 68,17 Juta, dan US$53,83 Juta.

“Untuk komoditas ekspor, share terbesar masih besi dan baja yaitu US$202,27 Juta atau 70,76 persen dan biji logam, terak dan abu sebesar US$49,10 Juta atau 17,18 persen,” papar Atqo di Kantor BPS Sultra.

Ia juga menjelaskan, tidak hanya nilai ekspor, kenaikan yang cukup tinggi hingga mencapai 100 persen lebih juga tercatat pada nilai Impor untuk Oktober 2017, yakni sebesar 172, 30 persen.

“Yakni naik dari US$27,55 Juta pada September 2017 menjadi US$75,02 Juta pada Oktober 2017,” kata Atqo.

Dari data BPS, untuk periode Januari hingga Oktober nilai impor Sultra sebesar 92,33 persen berasal dari tiga negara yaitu Tiongkok dengan nilai sebesar US$323,86 Juta, Singapura US$235,43 Juta, dan Malaysia sebesar US$42,14 Juta.

Sementara itu, untuk share komoditas impor, masih di dominasi bahan bakar mineral sebesar US$298,50 Juta dan mesin dan pesawat mekanik sebesar US$172,11 Juta.

Laporan: Hardita
Editor: Taufik Quraiz Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.