SULTRALINE.ID, KENDARI – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari mendorong partisipasi pemilih muda khususnya para siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra tahun 2018 mendatang.
Partisipasi ini didorong AJI Kendari melalui program diskusi ‘Literasi Media’ antara Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra, Hadi Mahmud dan puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kota Kendari, Sabtu (28/10/2017)
Pada kegiatan yang digelar di Sekretariat AJI Kendari mulai 27 – 29 Oktober 2017 ini, Komisioner Bawaslu Sultra memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait peran aktif masyarakat dalam Pilkada khususnya pengawasan pemilu pada siswa yang hadir.
“Barang siapa yang telah berumur 17 tahun menjelang Pilgub maka wajib berpartisipasi untuk menyalurkan suaranya. Harus segera melaporkan di Dukcapil untuk pembuatan KTP serta identitas diri lain untuk syarat penyaluran suara,” jelas Hadi Mahmud.
Tak hanya berpartisipasi itu, kata Hadi, pemilih muda atau para siswa juga bisa bisa berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu dengan status relawan pengawas.
Pengawasan ini, lanjut Hadi, bisa dilakukan salah satunya pada fenomena ‘Serangan Fajar’ atau pembagian sejumlah barang berkaitan dengan Pilkada.
“Silahkan adik-adik foto, lalu kirim bukti fotonya ke Bawaslu, nanti kita tindak lanjuti. Jangan khawatir, karena nama pelapor akan dilindungi dan dirahasiakan,” tambah ibu berkacamata ini.
Dalam pelaksanaan diskusi ini, para siswa nampak antusias untuk menyimak materi tentang pengawasan tersebut. Terbukti, saat dibuka sesi diskusi para siswa secara bergantian meminta penjelasan Komisioner Bawaslu Sultra tentang mekanisme pelaporan, sanksi terlapor pelapor serta syarat bukti pelaporan dan masih banyak lagi.
Laporan: Taufik Quraiz Rahman



































