Sel. Mar 9th, 2021

Dinsos Kendari Sosialisasikan PKH bagi Guru dan Tenaga Kesehatan

1 min read
IMG_20171205_095747_edit_wm

SULTRALINE.ID, KENDARI – Dinas Sosial Kota Kendari sebagai pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) terus meningkatkan sinergitas dan koordinasi lintas instansi dalam pelayanan program tersebut bagi warga penerima bantuan.

Untuk mendorong hal tersebut, Dinsos Kota Kendari intens melakukan sosialisasi program PKH bagi penyedia layanan atau Service provider yakni guru, petugas kesehatan serta pegawai kelurahan.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinsos Kota Kendari, Saldy menjelaskan, sosialisasi ini penting dilakukan mengingat kedudukan penyedia layanan juga berfungsi sebagai pengawas program tersebut.

“Kan guru, dan tenaga kesehatan itu mereka yang membantu mengkoordinasikan, apakah penerima bantuan PKH ini aktf berobat ke Puskesmas bagi yang memiliki balita atau anaknya rajin ke sekolah bagi yang memiliki anak usia sekolah,” ungkap Saldy saat ditemui SULTRALINE.ID, di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, dengan membangun sinergitas dengan stakholder lain atau dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan maka layanan program PKH dapat diketahui kualitasnya.

“Jadi nantinya, berdasarkan hasil pengawasan guru dan tenaga kesehatan akan ditindaklanjuti oleh pendaping program PKH, misal ada yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan bagi balita, nah itu nanti akan ada pembinaan dari pendamping,” ujarnya.

Dijelaskannya juga, sosialisasi PKH ini digelar intensif untuk penyedia layanan di tiap kecamatan di se Kota Kendari secara berkala dan bergilir.

Salah satunya, digelar Selasa (5/12/2017) di Aula Dinas Sosial Kota Kendari. Membawakan materi dalam sosialisasi ini yakni, Koordinator Kota Pendamping PKH, Jasman.

Sementara itu, ditemui ditempat berbeda, salah seorang Pendamping PKH Kota Kendari, Eva Asniati juga menjelaskan, koordinasi antara dirinya dengan penyedia layanan yakni petugas kesehatan dan guru intens dilakukan untuk melihat rekam jejak penerima PKH.

Rekam jejak tersebut, kata Eva selanjutnya akan dibawa dalam pertemuan pembinaan yang dilakukan pendamping PKH dan penerima bantuan, rutin sekali sebulan untuk membahas sejumlah permasalahan terkait layanan PKH maupun pembinaan lainnya.

“Jadi kalo ada penerima program yang misalnya absen untuk memeriksakan kesehatan di Puskesmas, lewat pertemuan inilah akan dilakukan pembinaan dan pemahaman,” papar Eva.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, para penerima bantuan juga diberikan pengetahuan untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan skill melalui pelatihan.

“Di pertemuan tersebut juga kami lakukan pelatihan untuk peningkatan kapasitas, biasanya seperti membuat kerajinan dan lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan pengamatannya, untuk di Kota Kendari penerima program PKH cenderung aktif memenuhi kewajibannya khususnya untuk pendidikan dan kesehatan.

“Mereka cenderung aktif, malah lewat program ini yang putus sekolah bisa lanjut kembali ke sekolah,” pungkasnya.

 

Laporan: La Sangka

Editor: Taufik Quraiz Rahman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion