20.970 Butir Obat Terlarang Jenis Tramadol Disita BPOM Sultra Selama 2016

SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara memusnahkan 20.970 butir obat terlarang jenis tramadol atau sebanyak 2.097 strip dengan tiap stripnya berisi 10 butir.

Kepala BPOM Sultra, Adilah Pababbari menjelaskan, obat-obatan terlarang ini disita dalam operasi yang digelar BPOM Sultra kurun waktu 2016 hingga September 2017.

“Atas temuan ini, BPOM mencabut izin apotek yang diketahui menyebarkan obat terlarang jenis tramadol secara ilegal,” jelas Adilah Pababbari dalam Konfrensi Pers kegiatan Pemusnahan Obat di Halaman Kantor BPOM Sultra, Rabu (4/10/2017).

Ia juga menjelaskan, selain di apotek, obat terlarang ini juga disita dari sejumlah lapak dan pasar tradisional yang turut mengedarkan obat ini secara ilegal.

Namun, untuk pelapak yang diketahui mejajakan obat terlarang ini secara ilegal dan bebas, BPOM Sultra tidak memberikan sanksi, melainkan hanya menyita seluruh obatnya dan kemudian diberikan pembinaan.

“Kita tidak berikan sanksi untuk pelapaknya, karena umumnya mereka tidak tahu bahwa obat yang dijajakan termasuk obat terlarang, tapi kami tetap berikan pembinaan,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, untuk menelusuri distributor obat terlarang ini, BPOM Sultra, bekerjasama dengan Kepolisian,  BNNP Sultra, serta Disperindag.

Selain jenis Tramadol, dalam pemusnahan obat terlarang dalam rangka kampanye nasional “Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat” ini juga akan memusnahkan, obat tradisional yang memiliki kandungan bahan kimia berbahaya.

Laporan: Taufik Quraiz Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.