WWF Indonesia Kenalkan Praktik Wisata Ramah Lingkungan Bagi Jurnalis

27 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Terbukanya sejumlah spot wisata bahari di Indonesia menjadikan agenda wisata kelautan ini tengah di gandrungi masyarakat. Olehnya itu tak heran, sejumlah spot wisata menjadi tujuan masyarakat untuk melepas penat saat liburan.

Namun sayangnya, seiring dengan meningkatnya angka kunjungan wisata ke objek wisata bahari, kesadaran dan pemahaman masyarakat untuk dapat berwisata dengan ramah masih rendah.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan. Sebab tanpa didukung kesadaran dan pemahaman yang memadai meningkatkannya pengunjung ke objek wisata bahari justru dapat merusak objek wisata tersebut termasuk kekayaan biota yang hidup didalamnya.

Terkait kondisi ini, Project Leader South Eastern Sulawesi  Sub Seascape (SESS) WWF Indonesia Sugiyanta menjelaskan, Sultra merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki objek wisata bahari terkenal di Indonesia, yakni Wakatobi.

Olehnya itu, melalui program bernama Best Environmental Equitable Practices (BEEP) pihaknya mendorong praktik wisata berbasis lingkungan dan kesetaraan dalam menerapkan kepariwisataan bahari yang bertanggung jawab.

“Ini merupakan upaya mendorong wisatawan dan pelaku kepariwisataan dapat mengambil langkah nyata untuk menekan dampak negatif dari aktivitas wisata bahari terhadap satwa laut, habitatnya,” papar Sugiyanta dalam rilis pengenalan BEEP pada jurnalis di Kota Kendari, Sabtu (4/11/2017).

Ia juga menjelaskan, pengenalan praktik wisata yang ramah lingkungan bertujuan membangun kesadaran masyarakat khususnya di Sultra untuk dapat berwisata tanpa merusak satwa laut.

“Diharapkan rekan-rekan jurnalis dapat mempublikasikan praktik wisata ramah lingkungan bagi masyarakat serta  pelaku usaha wisata,” harapannya melalui siaran persnya.

Dalam kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis dari media online dan cetak ini, salah satu materi yang dipaparkan yakni ‘Aktivitas Bahari yang Bertanggung Jawab’ yang dibawakan Jan Manuputty, dari Biodiversity Monitoring Coordinator, WWF-Indonesia.

Menurut Jan Manuputty atau yang akrab disapa Om Jan ini, salah satu sikap bertanggung jawab dari wisatawan untuk kelestarian lingkungan yakni dengan memilih operator wisatayang menerapkan prinsip kelestarian.

Misalnya, memberikan pengenalan mengenai lingkungan dan ekosistem yang akan dikunjungi dan secara aktif mendukung dan terlibat dalam kegiatan konservasi.

Tidak hanya itu, Om Jan juga memberikan pengenalan tentang ekosistem terumbu karang serta kondisi lingkungan bawah laut serta sikap ramah yang boleh dan dilarang untuk dilakukan oleh wisatawan.

” Jangan menyentuh karang dan satwa laut. Karana selain bisa membuat terluka, karang dan sebagian besar satwa laut merupakan hewan yang sangat rentan terhadap sentuhan,” ungkapnya.

Selain dikenalkan tentang biota laut, para jurnalis juga diajarkan sejumlah teknik snorkling yang baik. Aktifitas ini dilakukan di kawasan pantai Pulau Bokori.

Laporan: Taufik Quraiz Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *