Abdul Jabbar Toba Gandeng KKSS Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

41 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Untuk menangkal paham radikalisme tengah masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra),  Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Abdul Jabbar Toba gencar sosialisasikan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

Teranyar, Abdul Jabar Toba Melakukan sosialisasi melibatkan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sultra.

Dipaparkan dalam Sosialisasi yang digelar di Aula Hotel Putri Wisata, Jalan M.T Haryono, kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia Kota Kendari, Sultra, Sabtu (30/9/2017). Esensi empat pilar kebangsaan terus perlu di jaga ditengah maraknya isu-isu yang berbau paham radikal yang akan masuk di masyarakat Sultra.

“Sosialisai ini menjadi upaya kita bersama masyarakat yang hadir guna menyebarluaskan bahwa sangat pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan sebagai pondasi Negara kita,” tegasnya.

Sehingga, kata yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sultra ini, sedini mungkin kita harus mencegah oknum yang ingin merusak keutuhan NKRI.

Ia juga berharap pada peserta bisa mengabarkan kepada keluarga serta dilingkungannya.

“Dengan demikian esensi empat pilar kebangsaan bisa menjadikan NKRI tetap utuh dalam kondisi sekarang ini,” tambahnya.

Sementara Ketua KKSS Sultra, Nurdin Tompo, mehatkan sangat mengapresiasi sosialisasi itu karena melihat kondisi bangsa saat ini mulai terkotak-atik dengan berbagai macam isu dari munculnya kembali PKI hingga paham Radikal yang telah masuk di lingkungan masyarakat.

“empat pilat kebangsaan tidak bisa diganti dengan apapun, karena itu sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun, makanya kita sekarang sangat penting untuk menjaga itu, agar bangsa kita tetap satu dan tidak disusupi paham radikal,” Pungkasnya

Dalam sosialisasi itu juga dihadiri Wakil Walikota Kendari Musadar Mapassomba. Dengan pemateri Dekan Fakultas Hukum UHO Muh Jufri Dewa, dan Jamaluddin HOS.

Laporan { La Irdwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *