SULTRALINE.ID, MUNA – Sebuah ide kreatif lahir dari balik tembok Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raha. La Ode Gomberto, warga binaan rutan tersebut, menggagas pengembangan kawasan konservasi mangrove di Motewe, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi destinasi wisata yang menggabungkan edukasi, rekreasi, dan pelestarian lingkungan.
Gagasan ini berawal dari program kemitraan asimilasi pihak ketiga bersama PT Mitra Pembangunan Sultra (MPS). Upaya Gomberto pun mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna.
Bupati Muna, Bachrun Labuta, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, wisata mangrove ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga dapat menjadi laboratorium alam, pusat rekreasi baru, dan bahkan arena olahraga.
“Kita sangat mendukung, karena akan membuat masyarakat semakin mencintai mangrove. Untuk perizinan, Pemkab siap membantu,” tegas Bachrun, usai meninjau lahan konservasi PT MPS, Jumat (8/8/2025).
Dukungan juga datang dari Yayasan Hutan Biru (Blue Forests) yang diwakili Anastalia. Ia menilai, pengelolaan mangrove untuk ekowisata berbasis komunitas sangat penting, mengingat usia mangrove di kawasan PT MPS sudah mencapai 20 tahun.
“Mangrove ini harus terus dilestarikan untuk mencegah erosi. Kami berharap perizinan segera rampung agar pembangunan dan penataan berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pariwisata Muna, Muhamad Safei, mengungkapkan bahwa Pemkab tengah menyusun regulasi pengelolaan wisata mangrove. Tiga fungsi utama yang ditargetkan ialah konservasi, edukasi, dan rekreasi.
“Masterplan sudah ada, sekarang tinggal penyusunan regulasinya. Ini adalah gebrakan baru yang menunjukkan wisata bisa berdampingan dengan industri,” jelasnya.
Gomberto sendiri mengaku ide ini muncul sejak 2017, berangkat dari keinginannya mematahkan anggapan bahwa industri selalu merusak lingkungan.
“Saya ingin buktikan, kalau dikelola dengan baik, industri justru bisa berdampingan dengan alam,” katanya.
Jika perizinan rampung, ia menargetkan pembangunan wisata ini selesai dalam tiga bulan. Rencananya, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan pantai pasir putih, kuliner, snorkeling, dan sirkuit road race.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bachrun Labuta atas dukungan penuh yang diberikan.
“Ke depan, destinasi ini akan dikelola bersama Pemkab Muna untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Baharuddin.



































