SULTRALINE.ID, KOLAKA – Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baru, Universitas Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terus berkembang dan melakukan inovasi, terbaru USN Kolaka secara resmi menandatangani nota kesepahaman atau MOU dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) tentang kerjasama dalam bidang akademik dan partisipasi peningkatan sumber daya manusia (SDM), di auditorium USN Kolaka, Senin 1 Maret 2021.
Penandatangan mou di hadiri langsung Rektor USN Kolaka, Dr. Azhari dan civitas akademika serta perwakilan PT CNI, Pandu Puruhanan selaku Persentatif HR. Penandatangan MOU juga tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19.
Dalam sambutannya rektor usn mengatakan kerjasama ini tentunya berdampak positif bagi peningkatan sdm khususnya bagi mahasiswa bisa mengambil praktek di PT CNI yang melihat langsung proses pengelolahan tambang yang baik serta bisa menimbah ilmu kepada praktisi tambang yang ada di PT CNI.
Ia juga menyampaikan, USN Kolaka saat ini sudah memiliki laboratorium terpadu yang bisa dimanfaatkan dalam penilitian lingkungan dan pertambangan. Azhari menambahkan sebagai PTN baru, USN Kolaka terus berupaya dan belajar menjadi matang dalam memajukan kerjasama termasuk aktivitas eksternal khususnya pada PT Ceria karena misi dari PT Ceria ini bagaimana mensehjaterakan masyarakat di lingkat tambang.
“Semoga kerjasama ini mampu meningkatkan kualitas SDM kita khususnya di Sektor Pertambangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, PT CNI masuk proyek strategis nasional (PSN). Pemerintah indonesia melalui kementerian koordinator maritim dan investasi (Kemenkomarves), hal itu berdasarkan lampiran surat Menteri Koordinator Bidang Perrekonomian kepada Presiden Republik Indonesia nomor IPW/110/m.ekon /05/2020 tanggal 14 Mei 2020 tentang laporan hasil review usulan proyek strategis nasional (PSN) serta usulan revisi perpres 56/2018, proyek smelter PT Ceria Nugraha Indotama telah masuk dalam daftar usulan psn sektor smelter. Status tersebut akan ditetapkan melalui revisi peraturan Presiden nomor 56 tahun 2018 yang saat ini masih sedang berproses dan draft perpresnya telah berada pada Presiden.
Sementara, dikutip dari situs resmi perusahaan, pt cni mulai beroperasi di sulawesi tenggara dengan izin operasi (iup operation) yang dikeluarkan pada tahun 2012. Keberadaannya terdiri dari blok wolo dengan luas total 6.785 ha. Tambang wolo ceria terletak di kabupaten kolaka, dan operasi penambangan dimulai pada tahun 2017 setelah kampanye pengeboran yang agresif.
Operasi penambangan memungkinkan penambangan permukaan yang bertanggung jawab atas berbagai jenis bijih (limonit dan saprolit). Mayoritas bijih yang ditambang pada awalnya diekspor, dan karena dilarang, bijih tersebut kemudian dijual di dalam negeri sampai smelter yang dimiliki dibangun. Bijih ditambang setelah lapisan penutup dikupas. Kemudian diangkut ke timbunan stok khusus dan periksa kualitasnya untuk memastikan karakteristik terpenuhi dengan persyaratan sebelum memuat ke tongkang. Kedepannya, bijih ditimbun dan diperiksa sebelum dimasukkan ke peleburan. Kawasan wolo dikelilingi oleh laut, sehingga memiliki rencana pengelolaan air yang komprehensif yang menekankan pada daur ulang air. Tim pertambangan kami bekerja sama dengan kantor layanan lingkungan pemerintah dan konsultan kami memantau aliran air di samping dan di hilir tambang, sebuah kolaborasi yang saling menguntungkan. Tambang wolo berada di lokasi semi-terpencil, jadi tim yang terlatih dan efektif sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja. Operasi tersebut telah berhasil mengintegrasikan tim kontraktor pertambangan ke dalam budaya keselamatannya dan telah mencapai 12 juta jam kerja tanpa loss time injury.
Laporan : Sri



































