• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home ISSUE

Ulah Manusia Dibalik Bencana Alam dan Lemahnya Mitigasi Bencana

Oleh: Ummu Syathir

by SULTRALINE.ID
5 Desember 2025
in ISSUE, OPINI, SOSIAL
0
624
SHARES
960
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

sultraline.id- Kendari

Berbagai bencana alam yang melanda diberbagai daerah meninggalkan jejak kerusakan yang luar biasa dan kehilangan yang menyayat hati, mulai dari banjir dan tanah longsor di Pekalongan, banjir di Demak, bajir di Jadebotabek, kebakaran hutan dan lahan di sulawesi Selatan, tanah longsor di Banjarnegara dan yang paling destruktif dan banyak memakan korban jiwa adalah banjir dan tanah longsor di Sumatera yang memakan korban hingga ratusan jiwa, dilansir dari media online https://www.malangtimes.com, 3 -12-2024 : “Menurut laporan terbaru BNPB per Selasa (2/12) sore, sebanyak 712 orang dinyatakan meninggal dunia dan 507 orang masih hilang.”. Kebanyakan bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, tanah longsor dan kekeringan. Dari sisi letak geografis indonesia terletak diantara tiga lempeng yang bergerak secara konvergen yakni lempeng Eurasia, Indo-australia dan Pasifik, gerakan konvergen menyebabkan rentannya terhadap bencana alam seperti gempa, gunung meletus dan tsunami. Sedangkan iklim tropis menyebabkan indonesia menjadi negara yang lebih merasakan dampak perubahan iklim dengan adanya fenomena pemanasan global, kemarau semakin panjang, intensitas hujan semakin besar dan tidak menentu, permukaan air laut semakin tinggi dan lainnya.

Namun kita mesti mengkritisi bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi dibeberapa daerah terutama sumatera yang sejatinya tidak berdiri sendiri, ada kombinasi antara faktor alam dan ulah manusia, cuaca ekstrem hanyalah pemicu awal, dampak merusak dari banjir bandang tersebut diperparah dengan rapuhnya kondisi alam dikawasan hulu, kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai telah menghilangkan daya dukung dan daya tampung ekosistem untuk meredam curah hujan tinggi, hilangnya tutupan hutan didaerah tersebut menyebabkan hilangnya fungsi hutan sebagai pengendali laju run off atau air limpasan yang dapat memicu banjir bandang. Hutan Sumatera telah lama dikenal sebagai bagian dari paru-paru dunia sayang nya laju deforestasi yang terjadi disana menyebabkan fungsi hutan sebagai penyangga oksigen dan keseimbangan siklus airpun ikut hilang. Deforestasi telah berlangsung di banyak kawasan hulu Sumatera. “Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat, faktor dominan dampak bencana ini terjadi karena perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan, dan diperparah oleh krisis iklim catatan mereka menunjukkan pada periode 2016 hingga 2025, seluas 1,4 juta hektare hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang telah terdeforestasi akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), geotermal, izin PLTA dan PLTM” (https://betahita.id, 2-12-2025).

Selain dari ulah manusia yang turut memperburuk kondisi bencana, sejumlah pengamat mengatakan jika mitigasi bencana masih lemah sehinggan pelu dilakukan secara terstruktur terutama mitigasi jangka panjang. Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Hijrah Saputra menyatakan bahwa bencana ini mendesak membangun ketahanan dari disiplin tata ruang, ekologi DAS, dan sistem peringatan dini yang terintegrasi secara regional demi bisa mengurangi korban di masa depan (https://www.tempo.co, 2-12-2025). Setiap bencana pasti ada cara untuk menanganinya, bencana bukan hanya sekedar takdir tapi bagaimana cara kita mengelolanya dan kesiapan kita dalam menghadapinya, oleh karena itu ada peran negara yang mesti melakukan mitigasi bencana sejak dini serta menciptakan kondisi lingkungan aman bagi masyarakat, mencegah tangan-tangan jahil perusak ekosistem penyebab dampak bencana semakin parah dan tidak terkendali.

Kapitalis_Sekuler Penyebab Parahnya Bencana Alam

Bencana alam merupakan kejadian yang alamia, namun seberapa parah bencana tersebut terkadang ada campur tangan manusia didalamnya, bencana yang sangat merusak dan memakan korban yang terjadi dibeberapa daerah khususnya Sumatera disinyalir ada peran manusia, peran para kapitalis yang melakukan penggundulan hutan di daerah hulu DAS, untuk kepentingannya yakni meraih cuan dengan berbagai usaha seperti pertambangan dan pekebunan sawit, mengapa hal tersebut terjadi seolah negara melakukan pembiaran, ini dikarenakan sebuah sistem kehidupan rusak yang diterapkan di negeri ini yakni sekularisme, sistem ini rusak sebab menghilangkan peran sang pencipta dalam mengatur manusia, yang Maha tahu baik dan buruk bagi manusia. Sistem ekonomi kapitalis yang lahir dari sekularisme telah memberikan kebebasan bagi siapa saja melakukan perekonomian untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, hutan digunduli secara masif tanpa memikirkan dampak buruk yang akan ditimbulkan, hal itu berlangsung hampir diselurun daerah di Indonesia, khususnya daerah yang kaya akan barang tambang, selalu terjadi degradasi lingkungan akibat penambangan yang masif, namun seolah-olah pemerintah menutup mata padahal sudah nyata kerusakannya dan telah berlangsung sangat lama.

Dalam praktek ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi pasar, yang diterapkan atas negeri ini memandang bahwa pengelolaan sumber daya alam yang terdapat dialam akan diserahkan pada meknisme pasar, siapa saja yang mampu mengelolanya maka dia akan memilikinya, dalam hal ini para pemilik modallah yang memiliki kemampuan tersebut, para kapitalis melakukan kegiatan pertambangan berkaloborasi dengan pemerintah sebagai fasilitator yang menyediakan lahan tambang atau perkebunan sawit dan regulator yang memudahkan jalannya para kapitalis melalui peraturan undang-undang ditandai dengan lahirnya UU Minerba, UU kehutanan, UU Penanaman Modal, UU Ciptaker dan lainnya. Sehingga wajar jika kekayaan alam yang melimpah hanya dinikmati oleh segelintir orang yakni para kapitalis, dan sebagian besar masyarakat hidup dalam kemiskinan, dan hanya mendapat dampak buruk aktivitas tersebut.

Menyikapi Bencana

Segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi yang menimpa manusia merupakan atas kehendak Allah Swt. Bahkan sehelai daun yang gugur atas kehendak Nya, termasuk bencana alam yang menimpa manusia merupakan iradah Allah Swt.: “Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya (Al An’am : 59). Namun manusia telah dibekali akal, yang dengannya dapat menghadapi dan mengelola bencana tersebut, ilmu dunia memiliki dimensi teknologi dan sosiologis. Kita menyadari bahwa Indonesia rentan dengan bencana alam karena letak geografisnya, namun seharusnya kita mesti sudah siap dengan hal tersebut dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan, dengan melakukan mitigasi bencana dan mendisiplinkan pelaksanaannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh para khilafah islam terdahulu memberi perhatian yang besar agar tersedia fasilitas umum yang mampu melindungi rakyat dari berbagai bencana, dulu ottoman merupakan kota yang sering mengalami gempa bumi bahkan pernah meluluh lantakan kota istanbul, sehingga dengan itu sang khalifah menjadikan titik balik arsitektur ottoman yang kemudian membangun kota tersebut dengan menyewa seorang arsitek Mimar Sinan membangun kembali kota dengan bangunan-bangunan tahan gempa, yang meski Sinan telah wafat berabad-abad lalu, karya bangunannya tetap bertahan hingga sekarang. Menunjukkan betapa khalifah kaum muslimin terdahulu memberi perhatian yang amat besar terhadap sabda Sabda Rasulullah saw.: “Seorang iman adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap rakyatnya” (HR Bukhari Muslim).

Sayangnya saat ini kebanyakan manusia mengabaikan bahkan melanggar, terutama negara yang seharusnya menjadi ri’ayah rakyatnya, malah abai terhadap keselamatan rakyatnya bahkan membiarkan tindakan-tindakan yang memperparah bencana alam. Sehingga jadilah bencana yang terjadi lebih disebabkan ulah tangan manusia sendiri: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar Rum:41). Oleh karena itu, ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kembali pada penerapan syariat secara kaffah agar keberkahan tercurahkan bagi umat manusia, sebagaimana firman Allah Swt.: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan” (Al A’raf:96)

Kegiatan pertambangan dan perkebunan amat dibutuhkan bagi eksistensi kehidupan manusia, namun dibutuhkan tata kelolah tambang dan perkebunan yang dibalut nilai-nilai ruhiyah bukanketamakan, tentu hal itu dapat terwujud dengan penerapan sistem islam kaffah yang dijalankan oleh pemimpin yang sholih lagi amanah, bukan dengan sistem sekuler kapitalistik yang menimbulkan kemudhoratan sebab yang dikejar hanyalah materi. Dari sisi teknis, kegiatan penambangan pastilah mengubah bentang alam, namun kerusakan yang besar pada lingkungan dapat dicegah dengan memperhatikan kaidah penambangan yang baik, sebab dalam islam dorongan seseorang melakukan perbuatan adalah untuk meraih ridho Allah Subhanahu wata’ala, bukan profit yang sebesar-besarnya. Eksploitasi yang tidak memperhatiakan kaidah penambangan yang baik dan benar dan dilakukan dengan ketamakan tentunya akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan hal tersebut hukumnya haram: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (Al a’raf:56). Bahkan dalam kondisi berperangpun Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tetap memerintahkan kaum muslim untuk memperhatikan aspek lingkungan sebagaimana sabda beliau: “…Jangan membunuh unta/kuda dan binatang lain, jangan membakar dan merusak kota, menebang pohon, dan jangan merusak sumber air minum” (H.R. Muslim

Kerusakan lingkungan akibat keserakahan para kapitalis dan orang-orang berpengaruh dapat dilakukan dengan menghentikan hegemoni negara kapitalis atas dunia khususnya terhadap negeri islam, sesungguhnya industri negara-negara kapitalis terus berproduksi secara masif dikarenakan kebanyakan raw material nya berasal dari pengerukan sumber daya alam yang sebagian besar berada di negeri-negeri kaum muslim dan hal itu hanya bisa dihalau dengan mengadakan sebuah institusi yang menerapkan islam kaffah yang meriayah rakyat sesuai ketentuan hukum syara, dapat menghancurkan kezholiman penguasa dan hegemoni para kapitalis serakah yang banyak menimbulkan kemudhoratan bagi masyarakat.

 

 

 

SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Perisai Putih Sultra dan Polda Sultra Bersinar di Arung Palakka Championship, Boyong Belasan Medali dari Bone

Perisai Putih Sultra dan Polda Sultra Bersinar di Arung Palakka Championship, Boyong Belasan Medali dari Bone

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

BONE — Kontingen pencak silat asal Sulawesi Tenggara menorehkan prestasi gemilang pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Arung Palakka Championship Piala...

H. Amir, Ukir Sejarah Putra Daerah Sulawesi Tenggara  Pertama yang Menembus Panggung Nasional

H. Amir, Ukir Sejarah Putra Daerah Sulawesi Tenggara  Pertama yang Menembus Panggung Nasional

by SULTRALINE.ID
24 September 2026
0

Sultraline.id - kendari . Perjalanan hidup seorang anak daerah selalu menyimpan kisah ketekunan yang menginspirasi. Tanpa latar belakang darah biru...

Gempar ! Partai rakyat indonesia Percayakan Perempuan Muda Konawe Utara Pimpin DPC PRI

Gempar ! Partai rakyat indonesia Percayakan Perempuan Muda Konawe Utara Pimpin DPC PRI

by SULTRALINE.ID
22 September 2026
0

SULTRALINE.ID, KONUT — Sebuah gejolak keberanian baru saja menyala di Kabupaten Konawe Utara. Menggebrak dominasi politik yang kerap kaku dan...

Kejutan Politik Kolaka Timur: Partai Rakyat Indonesia Percayakan Arah Organisasi ke ‘Akar Rumput’

Kejutan Politik Kolaka Timur: Partai Rakyat Indonesia Percayakan Arah Organisasi ke ‘Akar Rumput’

by SULTRALINE.ID
19 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KOLAKA  Dewan Pimpinan Daerah Partai  Rakyat  Indonesia (DPD PRI )Sulawesi Tenggara bergerak cepat melakukan konsolidasi internal usai DPD sultra menerima...

Next Post
Miris Anak Kecil Jadi Pengemis di Lampu Merah, Sao -Sao   Kota Kendari

Miris Anak Kecil Jadi Pengemis di Lampu Merah, Sao -Sao Kota Kendari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3588 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    624 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In