SULTRALINE.ID, KENDARI – Lembaga survei The Haluoleo Institut (THI) secara resmi merilis hasil Quick Count atau hitung cepat pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.
Salah satunya merilis enam calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lolos ke Senayan.
Direktur Eksekutif THI, Naslim SA menjelaskan dalam melakukan quick count menggunakan teknik penarikan sampel multistage random sampling, dengan jumlah sampling meliputi untuk DPR RI dapil Sultra sebanyak 477 TPS dari 8.157 atau 5,8% TPS, sementara untuk DPRD Provinsi Sultra dapil 1 Kota Kendari dengan sampel 371 TPS Dari 1.030 atau 36% TPS.
Dari data THI ke-enam caleg DPR RI dari Sultra yang prediksi lolos dengan suara terbanyak yakni Tina Nur Alam dari partai Nasdem dengan data suara 34,34 persen, kemudian Bahtra dari Partai Gerindra dengan data suara 36,37 persen. Lalu ada Ahmad Safei dari PDI-Perjuangan dengan data suara 38,82 persen, kemudian Rusda Mahmud dari partai Demokrat dengan data suara 40, 06 persen, selanjutnya ada Jaelani dari PKB dengan data suara 77,67 persen dan terakhir ada Ridwan Bae dari Partai Golkar dengan data suara 57,68 persen dengan total data masuk mencapai 77,15 persen.
Dari nama-nama tersebut ada wajah lama dan wajah baru. Seperti pada PDI-P pada Ahmad Safei menggantikan posisi Hugua yang terpilih pada 2019 lalu kemudian Jaelani dari PKB menggusur perwakilan kursi dari PAN
Hal tersebut setelah melakukan perhitungan Suara partai yang didapatkan ke-enam nya merupakan suara tertinggi di partai masing-masing.
“Jadi komposisi yang ada ini incumbent ada perubahan itu ada dua khususnya di PDI Perjuangan berganti orang dan untuk PKB pak Jaelani. Inilah hasil yang bisa kami sampaikan ini hanya prediksi berdasarkan hasil quick count kami,” katanya
Ia menegaskan kenapa terjadi perubahan nama maupun kursi partai. Menurut Naslim, ada kursi yang hilang dari PAN yang 2019 lalu diisi Fachry Pahlevi Konggoasa dengan total suara mencapai 130 ribu suara namun 2024 tidak mencalonkan kembali, yang kemudian mampu direbut PKB.
“Jadi menurut hemat kami tidak ada figur sekuat Fachry Pahlevi pendulang suara PAN walaupun 2024 ini ada Abdulrahman Saleh yang notabenenya Ketua PAN sekaligus Ketua DPRD Sultra, namun kontribusi suara Fachry 2019 begitu tinggi sulit melawan tanding di Pilcaleg kali ini. Kemudian kenapa Ahmad Safei kami prediksikan bisa mengganti pak Hugua, karena Ahmad Safei inikan mantan Bupati Kolaka yang baru selesai dengan angka kepuasan masyarakat terhadap dirinya capai 70 sampai 80 persen, ditambah lagi konsolidasi yang dilakukan menjelang pemilu khususnya Wilayah Kolaka Raya, Konsel dan Kota Kendari memberikan dampak terhadap suara Ahmad Safei. Jadi perbedaan DPR RI dan pemain lokal ini kan terletak pada basis dan gerakan, nah inilah salah satu sebab membuat raupan suara Ahmad Safei cukup signifikan di DPR RI,” paparnya.
Namun, kata ia, quick count merupakan data perkiraan bukan data resmi dari KPU sehingga semuanya masih menunggu penetapan langsung dari KPU.
“Sekali lagi saya tegaskan ini adalah sebuah prakiraan berdasarkan sampel, jadi bukan kepastian terhadap hasil, namun kecenderungannya tidak lari dari margin eror 1 persen,” pungkasnya.
Diketahui The Haluoleo Institut Telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Dalam Negeri serta legalitas dari Bawaslu.
Laporan: Irdwan Jeko



































