SULTRALINE.ID, KENDARI – Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 05 dari Partai Golkar, Rusmin Abdul Gani merespon rilis hasil hitung cepat atau Quick Count yang dikeluarkan lembaga survei The Haluoleo Institute.
Kata Rusmin, klarifikasi ini perlu disampaikan guna meluruskan informasi yang telah beredar kepada publik, sekaligus pembelajaran politik bagi seluruh masyarakat untuk bagaimana menyajikan informasi yang baik dan benar. Apalagi kata ia, para pemilih sudah bijak dan cerdas melihat, sehingga informasi tersebut tidak ditelaah mentah-mentah masyarakat.
“Takutnya ketika ada hasil resmi dari KPU tiba-tiba menyatakan saya menang, kan nantinya akan menimbulkan pertanyaan publik karena sudah beredarnya informasi yang telah disampaikan lembaga survei,” kata Rusmin saat menggelar konferensi pers di Kantornya, Kamis 15 Februari 2024.
Menurutnya rilis yang disampaikan The Haluoleo Institute yang menempatkan nama Ridwan Bae sebagai suara terbanyak dari Partai Golkar tidak sesuai dengan kondisi dilapangan.
Dimana dalam rilis tersebut data suara partai Golkar meraup 10,12 persen atau posisi Kursi keenam dalam perolehan suara partai kontestasi Pemilu 2024 dapil Sultra.
Menurutnya secara logika jika mengacu dari data tersebut dengan jumlah 10,12 persen maka pemilih partai Golkar dikalkulasi dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sultra sebanyak 1, 8 Juta jiwa. Maka suara Partai Golkar 180 ribu jika partisipasi pemilih 100 persen.
Rusmin bilang, berdasarkan form C1 yang ia terima dari timnya rata-rata selisih suaranya dengan Ridwan Bae tidak terlalu jauh, bahkan mampu mengungguli Ridwan Bae serta Caleg lain dari Partai Golkar.
“Jadi dari data yang kita terima dari berbagai Kabupaten/Kota selisih kami tidak jauh, bahkan kami unggul. Karena berdasarkan form C1 yang ada suara kita kecil di setiap TPS nya. Data yang sekarang kita kumpulkan berdasarkan C1 sebanyak 431 TPS. Apalagi khususnya TPS di Kota Kendari sejauh ini suara kami itu 1138 suara dan Ridwan Bae 1200 Suara. Kalau caleg lain se partai dengan kami rata-rata tidak memiliki suara seperti kami,” katanya.
Kemudian, sambung ia, data suara di Konawe Selatan yang menjadi basis bahwa dirinya unggul disana.
Jadi menurutnya data yang disajikan The Haluoleo Institute tidak sesuai dengan yang ada dilapangan berdasarkan form C1.
Ia juga membantah adanya isu bahwa dirinya berada diurutan ketiga dibawah Abdul Rahman Farisi. Bahkan Rusmin mempertegas untuk menunjukkan data seperti yang mereka miliki.
“Jadi saya sampaikan ke teman-teman semuanya bahwa saya sangat yakin biasa meraup suara tertinggi di partai Golkar,” tegasnya.
Ia juga menghimbau kepada tim-tim dan pendukung nya untuk menyikapi tenang terkait hasil quick count yang disampaikan salah satu lembaga survei. Karena kata ia, penetapan resmi itu ada di KPU.
“Saya tegaskan kembali saya sangat optimis menang di Partai Golkar dan bisa duduk di Senayan,” pungkas Ketua PB HIPTI ini.
Diketahui, sebelumnya The Haluoleo Institute merilis enam calon DPR RI yang akan melenggang ke Senayan. Salah satunya memprediksi Ridwan Bae yang akan duduk mewakili Partai Golkar.
Dalam rilis quick count THI ke-enam caleg DPR RI dari Sultra yang prediksi lolos dengan suara terbanyak yakni Tina Nur Alam dari partai Nasdem dengan data suara 34,34 persen, kemudian Bahtra dari Partai Gerindra dengan data suara 36,37 persen. Lalu ada Ahmad Safei dari PDI-Perjuangan dengan data suara 38,82 persen, kemudian Rusda Mahmud dari partai Demokrat dengan data suara 40, 06 persen, selanjutnya ada Jaelani dari PKB dengan data suara 77,67 persen dan terakhir ada Ridwan Bae dari Partai Golkar dengan data suara 57,68 persen dengan total data masuk mencapai 77,15 persen.
Laporan: Irdwan Jeko



































