SULTRALINE.ID, KENDARI – Setelah sukses melaksanakan pelatihan tahap satu dan dua, kembali Balai Latihan Kerja (BLK) kembali melaksanakan pelatihan tanggap COVID-19 tahap ketiga, Selasa (23/6/2020).
Langkah ini sebagai upaya berbuat yang terbaik bagi masyarakat dimasa pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seperti pelatihan sebelumnya, ada tiga jurusan tersedia yaitu membuat masker, membuat wastafel dan memasak.
Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu dalam kata sambutannya di Aula BLK Kendari, menuturkan, bahwa paket pelatihan tanggap Covid-19 masih akan terus berlanjut hingga pertengahan Agustus.

Menurutnya, setiap jurusan memiliki target masing-masing hingga batas waktu yang ditentukan sejak dibukanya pelatihan pada 13 Mei lalu.
“Untuk jurusan pembuatan masker target yang diberikan hingga Agustus yaitu mencapai 80.000 masker, pembuatan wastafel mencapai 120 wastafel dan memasak sebanyak 27.000 nasi kotak,” ucapnya dihadapan peserta pelatihan.
“Itu untuk target selama pelatihan tanggap Covid, kalau untuk target pertahapnya selama sepuluh hari maka pembuat masker harus mencapai 8.000, pembuat wastafel sebanyak 15 dan memasak sebanyak 130 nasi kotak,” papar orang nomor satu di BLK Kendari ini.
Sejauh ini, masih kata dia, beberapa hasil karya siswa telah dibagikan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) bahkan telah sampai ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) yang diterima langsung Dirjen Binalattas dan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah.
“Kita mendapatkan apresiasi dari Dirjen dan Menteri, hal ini merupakan motifasi baik bagi kami keluarga BLK Kendari termaksud siswa pelatihan,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, kepala BLK Kendari juga mengingatkan kepada seluruh instruktur dan semua pihak yang terlibat dalam proses pelatihan agar tetap semangat dan mencapai target yang telah ditetapkan sesuai dengan waktunya.
“Sebab ini adalah kegiatan mulia dan kemanusiaan maka kita harus bisa berbuat yang terbaik, apalagi ini akan kita pertanggung jawabkan dunia akhirat,” tutupnya.
Laporan : TIM



































