Pengamat Ekonomi dan Keuangan negara Nizar Fachry Adam.S.E.ME menyebutkan kegagalan food estate yang merupakan program ketahanan Pangan Indonesia, di nilai Gagal dari sisi perencanaan dan outputnya.
Di lihat dari planning atau perencanaan di lakukan oleh beberapa Sub sektor kementerian yakni kementerian Ekonomi, kementerian Bappenas, Kementerian Pertanian, kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan.
Dari kelima kementerian, memiliki peran sebagai proses perencanaan yakni, Kementerian Ekonomi, Kementerian Pertanian dan Badan perencanaan Dan Pembangunan Nasional, dan kementerian kehutanan sedangkan Lider projek nya yakni kementerian Pertahanan,
Sebelumnya telah dilakukan, Studi kelayakan food estate oleh kementerian Bappenas, namun tidak di lengkapi dengan Land Suitability Analysis (LSA), dari kementerian ekonomi dan Kementerian Pertanian, Legitimasi Kementerian kehutanan belum melakukan keputusan permohonan izin pinjam pakai kawasan Hutan, dan Pemanfaatan seluas 2,000 hektar di kawasan real food estate,
Namun, kementerian pertahanan telah melakukan sejumlah pengadaan Alat pertanian, dan mengunakan mengandeng PT Pindad sebanyak 500 unit, dan sejumlah peralatan lainya.
Kegagalan dalam pengelolaan keuangan negara yakni: Pertama, telah di lakukan proses pencairan 41% dengan total 1,2 triliun, dengan tidak melihat skema studi kelayakan dari kementerian Bappenas, yakni harusnya proses keuangan sebesar 10%, yakni menyelesaikan proses Analisis kebijakan Land suitability analysis.
Kedua, telah di lakukan penyerapan anggaran 20% dalam proses pengadaan Alutsista oleh PT Pindad sejumlah Excavator dan lainnya, selajutnya proses Lendclereng lahan tanpa penyelesaian Izin Pinjam Pakai kawasan Hutan (IPPKH) dari kementerian Kehutanan,
Ketiga, penyerapan anggaran 5% dengan Pengadaan Bibit singkong, tanpa LSA membuat skema Food estate tidak berjalan sehingga 15000 bibit singkong gagal tanam.
Hal, ini membuat program food estate Gagal, dan terkesan proyek ini di kerjakan dengan tidak mengedepankan manajemen performa bajetting, sehingga output nya tidak ada,



































