SULTRALINE.ID, KONAWE SELATAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berkontribusi terhadap daerah melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). OJK Sultra menggelar kegiatan Program Desa Inklusif OJK Mengajar dengan tema “Masyarakat Cakap Literasi Keuangan Syariah” bersama salah satu Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Syariah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Kendari, kepada masyarakat di desa Lambusa, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Rabu 29 November 2023.
Selain itu kegiatan ini juga merupakan dukungan dalam rangka pencapaian target literasi dan inklusi keuangan yang merata kepada masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan peraturan presiden Nomor
114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), target indeks inklusi keuangan tahun 2024 sebesar 90% dan literasi keuangan sebesar 50%.
Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya dalam sambutannya menyampaikan Inisiasi program EKI adalah bagian dari acuan untuk menciptakan keuangan inklusif di daerah pedesaan. Membangun masyarakat yang cakap literasi keuangan.
“OJK Sulawesi Tenggara mengimplementasikan program ini pada masyarakat di desa lambusa melalui pendekatan penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan di daerah, yang diikuti sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain menerima materi terkait dengan pengenalan OJK dan Produk Jasa Keuangan, OJK mengajar juga memberikan informasi terkait dengan waspada investasi illegal dan pinjaman online illegal yang menjadi salah satu permasalahan yang sering diadukan oleh masyarakat saat ini.
Untuk mekanisme pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen
kontak157.ojk.go.id dan permintaan Informasi Debitur (Ideb) yang saat ini di
kenal dengan Sistem Layanan dan Informasi Keuangan (SLIK) melalui layanan idebku.ojk.go.id menjadi bagian dari materi yang langsung dipraktekan oleh peserta.
“Program EKI ini telah diawali dengan melakukan survey pemetaan pada
bulan Juli 2023 untuk mengetahui tingkat literasi dan inklusi keuangan kepada 200 masyarakat di desa lambusa. Dari hasil pemetaan yang dilakukan, diketahui sebagian besar masyarakat di desa Lambusa belum menggunakan produk keuangan syariah,” ujar Arjaya Dwi Raya
Dikesempatan yang sama, Branch Manager PT BSI KC Kendari juga memberikan pemaparan materi terkait layanan dan Produk Keuangan Syariah. Selain itu masyarakat juga mendapat kesempatan untuk melakukan pembukaan rekening secara langsung ditempat kegiatan.
Kepala OJK Sultra menambahkan melalui pembukaan rekening ini OJK mendorong peningkatan inklusi keuangan kepada masyarkaat desa, khusunya bagi keuangan syariah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam
peningkatan literasi dan inklusi di daerah Sulawesi Tenggara, pada pelaksanaan Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024,” pungkasnya.
Editor: Irdwan Jeko



































