Jum. Agu 14th, 2020

Nasib Hutan di Blok Matarape Kian Gundul, Pemuda Sultra Temukan Dugaan Penambangan Ilegal Terus Terjadi

1 min read
(Kondisi Blok Matarape, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sultra)

(Kondisi Blok Matarape, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sultra)

SULTRALINE.ID, KENDARI – Blok Matarape yang merupakan kawasan tambang nikel yang terletak di Kabupaten Konawe Utara, Kecamatan Langgikima semakin memprihatinkan, hutannya gundul akibat aktifitas penambangan ilegal.

Hal tersebut kini mendapat kritik keras dari Pergerakan Pemuda Sulawesi Tenggara, Wawan Soneangkano.

Menurut Wawan bahwa Kawasan tambang Blok Matarape yang merupakan lokasi peninggalan PT. INCO yang saat ini telah berganti PT. VALE dan masih berstatus Quo atau masih menjadi milik negara yang di mana pemerintah belum memperbolehkan perusahaan tambang manapun untuk masuk menggarap kekayaan alam Nikel di Blok Matarape.

“Tetapi, lagi lagi ada sebuah kejanggalan yang saat ini sedang terjadi di Blok Matarape. Berdasarkan hasil temuan dari investigasi kami di lapangan, bahwa ternyata di Blok Matarape saat ini sedang terjadi aktifitas penambangan besar besaran yang sedang di lakukan oleh salah satu perusahaan Tambang yaitu PT. ASKON rekanan PT. SINAR MAS,” beber Wawan kepada Sultraline, Senin (27/7/2020)

Lebih jauh Ia mengungkapkan ke Sultraline, bahwa PT. ASKON yang menambang sebagai Kontraktor Mining dari Perusahaan PT. SINAR MAS, sampai hari ini masih terus berjalan di kawasan yang masih berstatus Quo atau masih milik Negara itu tanpa memperhatikan pelanggaran hukum yang sedang di lakukannya.

Tak hanya itu, mantan Ketua DPM FIB UHO itu juga menyampaikan bahwa selain di Blok Matarape ada dugaan aktifitas penambangan ilegal oleh PT. ASKON, bahwa PT. SINAR MAS juga yang merupakan perusahaan yang keras mengklaim bahwa ia memegang kendali tentang Blok Matarape setelah Ombusman Ri mengabarkan bahwa kemenangan PT. ANTAM dari lelang Kementrian ESDM RI maladministrasi, PT SINAR MAS juga diduga tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), sehingga tidak layak mengeruk kekayaan alam di Blok Matarape, Kecamatan Langkikima, Kab. Konawe Utara.

“Diduga tidak memiliki IUP, tetapi hal yang paling ironisnya sudah terjadi 5 kali pemuatan Ore Nikel. Eksploitasi kekayaan alam terus terjadi, meskipun di kawasan Tambang Nikel Blok Matarape Kec. Langgikima, Kab. Konawe Utara telah di kelilingi bentangan Police Line oleh Tim MABES POLRI, tetapi pembiaran aktifitas penambangan juga semakin terjadi. Ada apa? Kok ada pembiaran? Sementara itu, tim mabes polri pada tahun 2019 lalu tidak hanya menggariskan police line, Tetapi di sana telah di pasang plan larangan perusahaan untuk tidak masuk menambang di Blok Matarape,” tegas wawan saat di konfirmasi Wartawan Sultraline Senin, 27 Juli 2020.

(Wawan selaku perwakilan pergerakan pemuda Sulawesi Tenggara)
(Wawan selaku perwakilan pergerakan pemuda Sulawesi Tenggara)

 

Salah satu Pejabat Kampus UHO itu mengatakan bahwa Tentu, hal ini sangat menggambarkan dan keras ia menduga bahwa telah ada komunikasi komunikasi yang sudah di bangun oleh para mafia tambang dan para kaum elit sehingga bisa terjadi penambangan.

“Saya hanya tidak bisa bayangkan, ketika hari ini ada sebuah kejahatan yang sedang di lakukan di Bumi anoa Prov. Sultra lalu penegak Hukum malah menjadi penonton di atas kejahatan itu. Ada Apa?,” tanya ia.

Orang yang kerap di sapa Bung Wawan itu juga mengatakan bahwa pihak juga telah menemukan salah satu bukti video oleh Direktur WALHI yang di wawancarai salah satu awak Mlmedia bahwa telah ada knum kepolisian inisial “T” yang sudah terlibat dalam pembekapan penambangan di Blok Matarape.

“Memaknai dari pernyataan Direktur WALHI Sultra bahwa oknum kepolisian tersebut mencoba melakukan penyogokan terhadap aktifis lingkungan hidup agar tidak lagi berbicara soal matarape,” Ungkapnya.

“Sehingga, dalam kesempatan ini saya ingin sampaikan kepada Kepolisian daerah Sulawesi Tenggara agar dapat menghentikan aktifitas penambangan ilegal di Blok Matarape, menangkap dan memenjarakan oknum yang terlibat dalam penambangan ilegal itu. ESDM Sultra harus kembali memeriksa dokumen perusahaan yang beraktifitas di Blok Matarape,” tutupnya.

Hingga berita ini ditayangkan awak media masih mencoba mengkonfirmasi kepihak yang dimaksud.

Laporan : TIM

5 thoughts on “Nasib Hutan di Blok Matarape Kian Gundul, Pemuda Sultra Temukan Dugaan Penambangan Ilegal Terus Terjadi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *