Jum. Okt 30th, 2020

Masyarakat Milenial Angkat Suara Soal Tuduhan Terhadap Bupati Muna

1 min read
img-20200911-wa0000

SULTRALINE.ID, KENDARI – Pilkada Kabupaten Muna, nampaknya semakin memanas. Pasca dua bakal calon kepala daerah (Bacakada), LM Rajiun Tumada-La Pili dan LM Rusman Emba-Bahcrun La Buta resmi mendaftar diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna pada 4-6 September 2020.

Tak pelik perang gagasan dan program mulai dimainkan para pendukung masing-masing Bakacada.

Terlebih yang paling menyita perhatian saat ini soal terkait polemik penyampaian informasi adanya Bacakada yang terkonfirmasi positif Covid-19 oleh ketua gugus tugas Covid-19 yang notabenenya lawan pada Pilkada Muna. Alhasil menimbulkan pro dan kontra diberbagai daratan Muna. Bahkan terbaru salah satu Tim yang merasa dirugikan melaporkan atas hal tersebut. Pihaknya menilai menyampaikan itu syarat muatan politik.

Menanggapi hal itu, Masyarakat yang tergabung dalam Sahabat Milenial menjawab tuduhan terhadap Bupati Muna yang juga ketua gugus tugas Covid-19.

Humas Sahabat Milenial Terbaik Kabupaten Muna, LM Kasral Widodo kemudian menyampaikan dukungannya terhadap sikap Bupati Muna LM Rusman Emba, ST menurutnya sikap Bupati Muna adalah salah satu bentuk rasa cinta seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

Terlebih, kata ia, Presiden Jokowi telah mengeluarkan pernyataan resmi terbaru di hadapan sidang kabinet pertengahan Juni 2020 kemarin untuk menjadi pedoman dan ditindaklanjuti oleh Menteri dan seluruh pembantu Presiden sebagai upaya memenangkan pertempuran melawan serangan Virus Corona.

“Arahan dan pernyataan Presiden tersebut dapat dipandang sebagai perintah Top Order yang sekaligus menunjukan level keseriusan dan kegawatan serangan Virus Corona dan besarnya dampak serangan tersebut pada berbagai sektor lain. Level serangan yang sangat mempengaruhi kehidupan rakyat, bangsa, dan negara secara signifikan.
Presiden Jokowi bahkan secara jelas dan tegas memerintahkan untuk mengubah chanel dari chanel ordinary ke chanel extraordinary, baik dalam berfikir, merumuskan, rancangan kebijakan, maupun dalam bertindak bagi seluruh stakehaolder.
Dan mengacu kepada salah satu asas hukum yang berbunyi “Keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto)” maka dari ke dua dasar tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa langka langkah yang di lakukan oleh Bupati Muna dalam hal ini bapak LM Rusman Emba ST. Untuk kemudian membuka identitas pasien terkait virus corona adalah sebuah langka yang tepat agar masyarakat muna bisa berhati hati terhadap mereka yang telah terinveksi virus corona tersebut,” terangnya, Kamis (10/9/2020)

Kabar terbaru, lanjut ia, tersebar gugatan hukum yang menyeret nama Bupati Muna LM Rusman Emba terkait sikapnya yang membuka data pasien positif Covid-19. Hal ini banyak menuai pro dan kontra dalam opini publik.

Sambung, ia tuduhan kepada Bupati Muna LM Rusman Emba terkait pelanggaran UU ITE pasal 26 dan 45, Jo pasal 32 UU 44 Tahun 2008 tentang rumah sakit, Jo pasal 54 UU Keterbukaan Informasi Publik, Jo pasal Permenkes 36 tahun 2012 dengan ancaman penjara 4 tahun dan denda 750 juta.

“Dalam sikap beliau (LM Rusman Emba,red) membuka data merupakan sebuah gambaran bahwa betapa besar cintanya seorang bupati terhadap masyarakatnya agar seluruh masyarakat Kabupaten Muna bisa lebih mawas diri dari mereka yang terkena dampak virus corona,” tegasnya.

Senada dengan itu, warga Muna, Muhammad Ali, juga berpemikiran sama, mengingat saat ini penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, sehingga apa yang disampaikan LM Rusman Emba selaku Ketua gugus tugas Covid-19 sudah sesuai prosedur.

“Jika mengingat sikap Bupati Muna menerapkan asas hukum Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi maka terbukanya data pasien yang LM Rusman Emba, ST adalah langkah bijak yang patut di apresiasi, dikarenakan data pasien yang di buka adalah tokoh publik yang nantinya akan banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di Kabupaten Muna,” ujar Muhammad Ali salah seorang warga Kabupaten Muna kelurahan Tombula, Kecamatan Tongkuno.

Untuk diketahui, Pilkada serentak bakal dilaksanakan 9 Desember mendatang. Untuk Kabupaten Muna bisa dibilang yang paling seru mengingat yang bertarung sama-sama Bupati, LM Rusman Emba saat ini masih Bupati Muna (Petahana) sedangkan rivalnya LM Rajiun Tumada selaku Bupati Muna Barat.

Laporan : TIM