Jum. Sep 18th, 2020

Fajar Malik Sesalkan PA GMNI Ikut Intervensi Masalah Internal GMNI

1 min read
img-20200911-wa0158

SULTRALINE.ID, KENDARI – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Bung Fajar Malik angkat bicara soal adanya keberpihakan Alumni GMNI di satu kubu DPP GMNI yang saat ini bermasalah.

Fajar Malik mengatakan, seharusnya Ahmad Basarah sebagai Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) GMNI GMNI bisa menjadi yang peneduh dan penyambung diantara kader-kader saat ini bertikai khususnya DPP GMNI yang di Jakarta sana bukan malah ikut memihak kesalahsatu kubu.

“Sebagai kader GMNI, saya sangat menyesalkan adanya sikap pimpinan organisasi dalam hal ini Ketua Umum DPP PA GMNI yang tidak netral dan ikut campur jauh dalam internal kader.” kata Fajar Malik, Ketua DPC GMNI Kolaka, kepada media ini, Jumat (11/9/2020)

Fajar menambahkan, bahwa terbelahnya GMNI saat ini tidak lepas dari turut campurnya Alumni GMNI saat kegiatan Kongres XXI GMNI di yang dilaksanakan di Kota Ambon, Akhir Desember 2019 kemarin.

“Ya kenyataannya, kejadian di Kongres GMNI Tahun 2019 kemarin intervensi Alumni GMNI sangat kuat, buktinya di lokasi kegiatan ketika calon kandidat yang diusulkan Alumni GMNI tidak menang dan kalah saat pemilihan pimpinan sidang tetap, maka mereka meninggalkan lokasi kegiatan yang bertempat di Kristian Center dan memilih deklarasi Ketum terpilih di Hotel Amaris padahal sangat tidak sesuai mekanisme organisasi,” beber Fajar Malik

Selayaknya, lanjut ia, sebagai Persatuan Alumni, senior serta sesepuh yang ada di organisasi nasionalis bisa memberikan tauladan juga menjadi sosok pemersatu adik-adik yang ada dibawah.

“Sebagai kader GMNI, kita selalu diajarkan konstitusi organisasi dan akan gerakan yang dibangun, kami yang berada di tingkatan Cabang/Kabupaten/Kota di seluruh pelosok negeri untuk tidak segan-segan akan melakukan konsolidasi dan aksi massa mengecam keberadaan PA GMNI yang tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap GMNI sendiri dan malah membuat kader-kader GMNI terpecah belah.” pungkas Mahasiswa USN Kolaka ini.

Laporan : TIM