SULTRALINE.ID, KONAWE SELATAN – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan pembinaan terhadap kelompok pengrajin batako di Desa Puasana, Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada awal November 2024
Tim yang dipimpin Dr. Edward Ngii ini beranggotakan Dr. Yuspian Gunawan dan Prinob Aksar dari Teknik Mesin serta Dr. Tuti Dharmawati dari Akuntansi.
Dalam pelaksanaannya, tim yang dibantu beberapa mahasiswa tingkat akhir ini memberikan pembinaan komprehensif, mencakup aspek teknis produksi hingga manajemen keuangan usaha.
“Desa Puasana memiliki potensi besar dalam industri batako. Namun, masih perlu peningkatan dalam manajemen usaha dan strategi pemasaran,” ungkap Ketua Tim PKM, Dr. Edward Ngii.
Lanjut ia, pembinaan dilakukan secara terstruktur dimana Dr. Yuspian Gunawan dan Prinob Aksar fokus pada optimalisasi proses produksi dan kendali mutu batako. Dilanjutkan tim memperkenalkan teknologi cetakan batako mekanis yang murah dan mudah dibuat secara mandiri, untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produksi.

Sementara, Dr. Tuti Dharmawati memberikan materi pembukuan dan strategi pengembangan usaha.
“Target kami, pengrajin tidak hanya mampu memproduksi batako berkualitas, tetapi juga menguasai manajemen usaha dan perluasan pasar,” jelas Dr. Tuti Dharmawati.
Program yang didanai LPPM UHO ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Kepala Desa Puasana.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga serta mengembangkan potensi desa,” ujar Kades Puasana.
Senada dengan itu salah satu pemilik usaha yang menjadi peserta pelatihan langsung mendapatkan dampak positif dengan adanya program tim PKM UHO Kendari.
“Kami kini memahami perhitungan biaya produksi dan penentuan harga jual yang tepat,” kata Irwan, pemilik usaha batako UD. Airin Mandiri Batako dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan itu, Tim PKM UHO menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kelompok pengrajin batako Desa Puasana demi keberlanjutan program ini.
“Program ini merupakan wujud nyata kontribusi UHO dalam pengembangan ekonomi lokal. Kami berharap pengrajin batako Desa Puasana bisa lebih mandiri dan berkembang,” pungkas Dr. Edward Ngii.
Editor: Irdwan Jeko



































