SULTRALINE.ID, KONAWE SELATAN – Tim dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan pengembangan aplikasi Tolak Stunting yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting di Desa Ambaipua, Kabupaten Konawe Selatan, pada 19 November 2024
Kegiatan ini dipimpin oleh Astrid Indalifiany bersama dengan tiga anggota tim, yaitu Vica Aspadiah, Asniar Pascayantri, dan Rifaatul Mahmudah.
Program yang dilaksanakan di desa tersebut merupakan salah satu upaya nyata untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
Aplikasi Tolak Stunting yang dikembangkan oleh tim dosen ini diharapkan dapat menjadi alat edukasi yang mudah diakses oleh masyarakat, khususnya para orangtua dan ibu hamil, untuk memahami lebih dalam tentang pencegahan stunting sejak dini.
Astrid Indalifiany sebagai ketua tim menjelaskan, aplikasi ini tidak hanya menyediakan informasi tentang penyebab dan dampak stunting, tetapi juga memberikan panduan mengenai asupan gizi yang tepat, pola makan sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Selain memberikan edukasi tentang pencegahan stunting, kami ingin meningkatkan literasi digital masyarakat di Desa Ambaipua. Kami menyadari bahwa teknologi digital memiliki potensi besar dalam mempercepat penyebaran informasi yang benar dan bermanfaat. Oleh karena itu, aplikasi ini dirancang untuk mudah digunakan oleh semua kalangan, baik orang tua muda maupun lansia,” ungkap Astrid.


Kegiatan ini juga mencakup pelatihan penggunaan aplikasi bagi masyarakat setempat. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengunduh dan menggunakan aplikasi secara efektif. Dalam sesi pelatihan, tim dosen memberikan tutorial langsung dan menjawab pertanyaan dari para peserta terkait penggunaan aplikasi.
Vica Aspadiah, anggota tim lainnya, menambahkan bahwa literasi digital menjadi hal yang penting di era modern ini.
“Masyarakat yang paham cara memanfaatkan teknologi akan lebih cepat menerima informasi yang relevan dan berguna. Kami berharap aplikasi ini bisa menjadi jembatan untuk mempercepat upaya pencegahan stunting di desa ini,” ujar Vica.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Ambaipua. Karena sangat bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang jelas mengenai cara merawat kesehatan ibu hamil dan anak.
Dengan pengembangan aplikasi ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting serta penggunaan teknologi sebagai media edukasi. Program ini juga menunjukkan komitmen Universitas Halu Oleo dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam hal kesehatan dan gizi.
“Ke depan, tim pengembang aplikasi ini berencana untuk memperluas jangkauan pengguna aplikasi Tolak Stunting ke berbagai desa lain di Kabupaten Konawe Selatan, guna menyebarkan informasi yang lebih luas tentang pencegahan stunting melalui media digital,” pungkas Astrid Indalifiany.
Editor: Irdwan Jeko



































