Sab. Des 5th, 2020

GPM Sultra Minta TKA China Dipulangkan, ini Penyebabnya

1 min read
img-20201122-wa0036

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Mendapati informasi adanya 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) terinfeksi virus corona (Covid-19), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta agar seluruh tenaga kerja asing (TKA) asal China dipulangkan ke negaranya.

Bukan tanpa alasan, melalui Ketua GPM Sultra, Abdur Rajab Saputra menilai bahwa hal ini hanya semata-mata untuk memutus penyebaran virus yang sudah melanda global selama kurun waktu satu tahun.

“Kondisi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Akibat virus ini, hampir semua aktivitas masyarakat terhambat. Tentunya, pemerintah bisa lebih fokus melihat fenomena ini” ungkap Rajab dalam keterangan persnya yang diterima Sultraline, Minggu (22/11/2020).

Rajab menambahkan bahwa tidak cukup kalau seandainya hanya karantina mandiri. Apa lagi dua diantara mereka sudah dinyatakan positif sejak 13 November. Ditambah, satu diantaranya sudah meninggal dunia.

“Sampai saat ini kita belum mengetahui jejak aktivitas 12 pekerja tersebut. Saya hawatir, ini akan menyebar lebih meluas” terang Rajab.

Diketahui, sejak awal-awal kedatangan TKA di Sultra, GPM gentol menyuarakan penolakan TKA Cina. Diketahui, ada dua alasan mendasar GPM menyuarakan penolakan, yakni persoalan administrasi dan waktu kedatangannya yang tidak tepat.

“Hari ini ketakutan kami sudah terjadi. Pemerintah harus bisa lebih serius. Pilihan pertamanya adalah hentikan sementara aktivitas VDNI dan pulangkan para TKA nya” pungkas Rajab.

Berdasarkan data yang dihimpun dari  12 TKA asal China tersebut yang terpapar Covid-19, salah seorang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya saat ini menjalani isolasi di rumah sakit rujukan.

 

Laporan : TIM

€sl Promotion

€sl Promotion