SULTRALINE.ID, KENDARI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari melalui Bidang Komunikasi Advokasi dan jaringan mengadakan Dialog Publik Simposium politik Kampus UHO, di salah satu warkop di Kota Kendari, Senin 4 Desember 2023 malam.
Dialog publik ini merupakan rangkaian kegiatan yang di peruntukan untuk para calon presiden mahasiswa atau BEM Universitas Halu Oleo (UHO).
Ketua Bidang Komunikasi Advokasi dan jaringan HMI Kendari, Irwansyah menjelaskan, simposium ini adalah salah satu momentum pertemuan pembicara dalam mengemukakan pendapatnya untuk menyelesaikan sebuah problem dalam lingkungan universitas Haluoleo dengan tema yang diusung menjemput momentum pemilu Raya UHO, apakah sebagai ajang adu gagasan atau adu bekingan?.
Irwansyah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan kali ini di latar belakangi oleh keresahan kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari maupun mahasiswa UHO pada umumnya.
“Dimana dengan melihat kondisi lembaga badan eksekutif mahasiswa universitas haluoleo seperti tidak memiliki esensi/fitrahnya sebagai lembaga aspirasi mahasiswa, BEM UHO telah mati dan tidak memiliki civilian value dalam melihat beberapa problem yang terjadi di Sulawesi tenggara seperti penembakan gas air mata di kampus UHO, masalah kasus agraria atau kerusakan lingkungan hidup, terakhir adalah kasus penembakan masyarakat nelayan di kecamatan laonti kabupaten Konawe Selatan,” terangnya.
Irwansyah menambahkan dari 5 kandidat calon tetap presiden mahasiswa universitas haluoleo, hanya 4 kandidat calon BEM UHO yang menerima dan bersedia untuk memberikan gagasannya dalam dialog simposium politik kampus.
“Yang pertama ada kandidat Jafir Halim, kedua La Ode Alini, ketiga Defrian, ke empat Idil Rajamang, kecuali kandidat Darul Trisandy yang mengatakan saat di hubungi pada via WhatsApp mohon maaf setelah kami diskusi alot, kami belum bisa hadir,” katanya.
Laporan : Jasman
Editor: Irdwan Jeko



































