Sab. Des 5th, 2020

BEM Se Sultra Tegas Menolak Kedatangan TKA asal China

1 min read
img-20200622-wa0088

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan rapat koordinasi pada tanggal 20-21 Juni 2020 guna membahas dua isu terkait ketenagakerjaan dan pendidikan tinggi.

 

Poin pembahasan menitiberatkan pada persoalan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) China ke wilayah Sulawesi Tenggara yang terjadwalkan pada tanggal 23 Juni 2020, sebanyak 500 orang tetapi di gelombang pertama ada sebanyak 146 orang didampingi 4 orang tenaga medis.

 
Rapat koordinasi tersebut difasilitasi oleh BEM Universitas Sulawesi Tenggara (UnSultra) dan berlangsung secara terbuka dengan dihadiri oleh 14 BEM se-Sultra, yakni BEM Unsultra, BEM UHO, BEM POLTEKES Kendari, BEM UNILAKI, BEM STIKES MANDALA WALUYA, BEM UMB, BEM Universitas19 November, BEM Sekolah Tinggi Menejemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Catur Sakti, BEM Sekolah Tinggi Menejemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa, BEM Muhammadiyyah Kendari, BEM UNUSRA, BEM UNIDAYAN Bau-Bau, dan BEM STIE 66 serta dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Abdulrahman Saleh.

 
“Rapat Koordinasi ini sifatnya terbuka tidak seperti narasi liar yang berkembang diluar bahwa rapat ini merupakan rapat tertutup yang di hadiri segolongan saja” ungkap Adi Maliano, Ketua BEM UnSultra selaku tuan rumah kegiatan.

 

“Hasil rapat menyepakati bahwa seluruh BEM se SULTRA menolak kedatangan TKA asal China yang telah terjadwal” lanjut Adi Maliano.

 

Setelah rapat Koordinasi tersebut usai, seluruh pimpinan BEM se Sultra bertandang ke Kantor DPRD Sulawesi Tenggara dengan tujuan mendengar komitmen Ketua DPRD Sultra terkait hasil rapat yang telah disepakati.

 

“Kami akan meminta komitmen Ketua DPRD Sultra untuk menolak kedatangan TKA asal China dan kesiapannya untuk memimpin aksi demonstrasi” ujar Adi Maliano.
Ketika dimintai respon oleh BEM se Sultra terkait kebersediannya dalam memimpin aksi demonsrasi penolakkan TKA, Ketua DPRD Sultra Abdulrahman Saleh menolak untuk menyanggupi.

 
“DPRD Sultra, hanya akan menyidak langsung terkait kedatanga TKA dengan memeriksa Visa apa yang digunakkan, apakah 312 atau 211” tegas Abdulrahman Saleh.

 

BEM Se Sultra tetap menyatakan sikap dengan tegas menolak kedatangan 500 TKA asal China ke Bumi Anoa.

Laporan : Fitra Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion