SULTRALINE.ID, MUNA – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, Bachrun Labuta dan La Ode Asrafil Ndoasa, yang mengusung akronim “Bahtera,” terus mendapatkan simpati dari masyarakat Kabupaten Muna.
Paslon nomor urut 1 ini, dikenal sebagai sosok visioner, santun dan religius, serta lebih mengutamakan tindakan nyata daripada sekadar janji.
Bachrun Labuta, yang pernah menjabat sebagai Plt Bupati Muna, telah menunjukkan komitmen nyata melalui sejumlah program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya.
Salah satu programnya adalah pemekaran Kota Raha dan wilayah Muna Timur untuk menjadi daerah otonom baru, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.
“Kota Raha dan Muna Timur telah memenuhi syarat untuk pemekaran, dan keduanya telah mendapatkan Amanat Presiden (Ampres) sebagai langkah awal menuju otonomi,” ujar Bachrun dalam pernyataannya. Kamis (03/10/2024).
Ia juga menyebutkan bahwa anggaran sebesar Rp 2 miliar telah disiapkan untuk pengurusan administrasi pemekaran tersebut.
Dalam rencana pengembangan Muna Timur, Bachrun menjelaskan bahwa konsep transmigrasi berbasis trans science teknopark akan menjadi fondasi utama.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga kandungan minyak dan gas yang sedang diteliti oleh Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Padjajaran (KST Unpad), wilayah ini diharapkan mampu berkembang pesat.
La Ode Hasrun, Kepala BPKAD Muna, menegaskan bahwa anggaran tersebut telah diinstruksikan oleh Plt sebesar Rp 2 miliar telah disiapkan untuk pengurusan pemekaran, dengan alokasi masing-masing Rp 1 miliar untuk Kota Raha dan Muna Timur.
Penulis : Baharuddin.



































