211 Pasangan Nikah Siri Ikuti Sidang Isbath Nikah

67 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI –¬†Sebanyak 211 pasangan pengantin yang sebelumnya telah menikah secara siri, mengikuti isbath nikah yang digelar¬†Pemerintah Kota Kendari, di Aula Kantor Walikota Kendari, Rabu (15/11/2017) pagi.

Sidang isbath yang digelar dua hari atau hingga 16 November 2017 ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pasangan nikah siri dalam pencatatan pernikahannya di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Pencatatan ini merupakan syarat untuk mendapatkan buku nikah.

Ke-211 pasangan pengantin yang mengikuti isbath nikah ini berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Kendari yakni Kecamatan Baruga 39 pasang, Kambu 5 pasang, Puuwatu 43 pasang, Wua – wua 8 pasang, Mandonga 54 pasang, Kadia 15 pasang, Kendari 13 pasang, Kendari Barat 16 pasang, dan Poasia 18 pasang, sementara untuk kecamatan Abeli dan Nambo masih sementara berjalan sidang isbath keliling.

Bersamaan dengan kegiatan ini, turut pula diterbitkan 327 akte kelahiran milik putra putri peserta sidang isbath. Penerbitan akta ini baru dilakukan, sebab, pengurusannya terkendala surat nikah orang tua.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari Samsuri memaparkan berikut hal yang menyebabkan pasangan yang telah lama menikah tidak memiliki buku nikah, diantaranya yakni nikah siri.

“Pertama mereka telah melakukan pernikahan siri yang secara agama sah tetapi tidak dilaporkam kepada kantor urusan agama setempat. Yang kedua pasutri menganggap bahwa surat nikah itu tidak penting. Ketiga dahulu sering terjadi kelangkaan buku nikah yang menyebabkan pasangan malas mengurus buku nikah. Keempat sedikitnya informasi yang didapat masyarakat mengenai adanya isbath nikah,” ujar Syamsuri yang juga menjabat sebagai ketua panitia isbath.

Berdasarkan data yang diterima Redaksi SULTRALINE.ID, untuk peserta isbath nikah tertua yakni Kadir Bin Lauka (64) dan Suasti (63) yang berasal dari Kecamatan Baruga yang menikah tahun 1975.

Untuk pasangan termuda yaitu Muhammad Indah Rustam (17) dan Paradilah Rahmad (16) yang menikah tahun 2015.

 

Laporan: Hardita

Editor: Taufik Quraiz Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *