SULTRALINE .ID – BUTENG Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buton Tengah (Buteng) pada Sabtu (1/11/2025). Dalam lawatannya, Wamendagri didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, serta disambut hangat oleh Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., bersama jajaran Pemerintah Daerah.
Kegiatan berlangsung di kampus sementara Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 yang menempati gedung kampus B USN Kolaka di Kecamatan Mawasangka. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kunjungan tersebut, di mana para siswa antusias menyambut kehadiran rombongan pejabat pusat dan daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buteng, Saruji, menyampaikan rasa bangga dan haru atas kunjungan Wamendagri dan Wagub Sultra.

“Kami merasa bangga dan senang mendapat kunjungan yang memberi semangat bagi kami semua. Saat ini, jumlah siswa kami sebanyak 135 orang, dengan 13 guru, 11 wali asuh, serta sejumlah tenaga administrasi yang bekerja maksimal meskipun dengan keterbatasan,” ungkap Saruji.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah baru sebulan menempati lokasi tersebut dan terus berbenah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa.
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat sektor pendidikan, khususnya melalui program sekolah rakyat.

tatap muka bersama siswa sekolah rakyat dan wamendagri beserta rombongan
“Anak-anakku sekalian, hari ini kita dikunjungi langsung oleh Wamendagri. Ini kebanggaan bagi kita semua. Insyaallah, bulan depan pembangunan gedung sekolah rakyat akan dimulai di lahan yang sudah diukur,” ujar Bupati Azhari disambut tepuk tangan siswa.
Bupati juga menegaskan pentingnya semangat belajar dan harapan agar kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan dari Buton Tengah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, turut memberikan motivasi kepada para siswa.
“Buton Tengah keren, anak-anaknya juga keren, dan para pemimpinnya luar biasa. Selamat belajar dan terus semangat,” pesan Hugua singkat namun penuh makna.

Dalam arahannya kepada para siswa, Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab sebagai fondasi kesuksesan.
“Ada dua kunci sukses: ilmu dan adab. Ilmu membuat kita tahu lebih banyak, tapi adab membuat kita bijak dan dihormati. Orang pintar belum tentu bijak, tapi orang bijak pasti pintar,” tutur Bima Arya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga pada restu orang tua dan kerendahan hati.
“Tidak ada anak durhaka yang menjadi orang hebat. Hormatilah orang tua, guru, dan sesama, karena adab adalah tiket menuju kesuksesan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wamendagri sempat membacakan surat dari beberapa siswa yang berisi cita-cita dan harapan mereka. Salah satunya dari Muhammad Ilham yang bercita-cita menjadi tentara, serta Aurel yang bermimpi bisa belajar di luar negeri.
Bima Arya juga berbagi kisah inspiratif tentang seorang siswa di Jawa Barat yang ia temui 15 tahun lalu, dan kini berhasil menempuh pendidikan di Canberra University, Australia, berkat semangat belajar dan kerja keras.


“Kuncinya sederhana — kuasai bahasa Inggris, tahu apa yang ingin dipelajari, dan cari peluang beasiswa. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama ada usaha,” ujarnya memberi semangat.
Wamendagri menutup sambutannya dengan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Buton Tengah yang mendukung penuh kebijakan nasional Presiden RI dalam menghadirkan program Sekolah Rakyat.
“Presiden kita luar biasa. Beliau ingin semua anak — pintar atau tidak, kaya atau sederhana — punya kesempatan yang sama untuk bersekolah. Mari kita dukung bersama program ini,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut, Wamendagri juga melihat fasilitas yang ada di sekolah rakyat, dapur, ruang makan, ruang belajar dan asrama dan ruang belajar
diketahui Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia di era pemerintahan bapak prabowo subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Program Sekolah Rakyat berlatar tujuan yang mulia, sebagai bagian dari upaya pemerintahan untuk mengentaskan kemiskinan secara terpadu.
Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan tetapi juga terintegrasi dengan layanan program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan kesehatan untuk siswa beserta keluarganya.
program tersebut adalah Ini bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka kemiskinan di bawah lima persen. Sekolah Rakyat adalah bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan
LIPUTAN : RILIS citizen journalism sultraline


































