SULTRALINE.ID, MUNA – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Muna, Wakil Bupati La Ode Asrafil memimpin Sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Bappeda. Rabu, (04/06/2025)
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor untuk menangani tantangan stunting yang masih menjadi isu serius di Kabupaten Muna.
Dalam sambutannya, La Ode Asrafil menegaskan bahwa stunting merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berperan aktif dalam menjalankan program strategis penanganan stunting.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi kita. Semua pihak harus berperan aktif mendukung program strategis yang telah disiapkan,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Muna, dengan harapan mampu mencapai posisi ke-10 di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun ini.
“Kita harus serius menangani masalah ini. Data yang valid dan program yang terencana adalah kunci keberhasilan,” tegas La Ode Asrafil.
Ia meminta agar desa dan kecamatan menyiapkan operator khusus untuk memastikan pengumpulan data dilakukan secara akurat dan tepat waktu.
Koordinator Penurunan Stunting Kabupaten Muna, Akhmad Yani Biku, menyampaikan bahwa angka stunting di Muna telah mengalami penurunan signifikan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Dari 29% pada 2023, angka stunting turun menjadi 18,7% pada 2024. Target tahun ini adalah mendekati rata-rata nasional sebesar 14%.
“Meskipun angka stunting terus menurun, tantangan utama masih ada pada sistem pelaporan data yang perlu diperbaiki,” jelas Akhmad Yani.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Muna optimis dapat mempercepat penurunan angka stunting, demi menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas.
Penulis : Baharuddin



































