SULTRALINE.ID, MUNA – Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa, memulai renovasi Masjid Nurul Hidayah di Desa Mantobua, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, dengan peletakan batu pertama pada Senin (09/06/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Andi Lompo, Camat Lohia Muhammad Ardi, Kepala Desa Mantobua La Nsilapa, serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, La Ode Asrafil menyatakan apresiasi terhadap semangat masyarakat dalam mendukung pengembangan fasilitas keagamaan. Ia menegaskan bahwa renovasi masjid ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang religius.
“Masjid Mantobua selalu menjadi tempat persinggahan yang ramai. Saya bersyukur dapat terlibat dalam renovasi ini. Pembangunan rumah ibadah adalah amal mulia. Mari kita dukung dengan sedekah terbaik, baik berupa harta maupun tenaga,” ujar Asrafil.
Ia juga menjamin bahwa pemerintah kabupaten akan turut membantu kelancaran renovasi. Bahkan, ia berencana mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, serta menggandeng donatur.
“Insya Allah, kita akan berusaha menggalang bantuan dari berbagai pihak. Percayalah, Allah SWT akan menolong kita dalam membangun rumah-Nya,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Kemenag Muna, Andi Lompo, menyampaikan harapannya agar Masjid Nurul Hidayah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang mendukung moderasi beragama dan toleransi antar umat.
“Kami berharap masjid ini dapat menjadi episentrum kegiatan keagamaan, khususnya di Kecamatan Lohia dan Kabupaten Muna,” ujarnya.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Hidayah, La Kare, mengungkapkan bahwa renovasi ini bertujuan meningkatkan daya tampung jamaah dan memperbaiki bangunan yang mulai rusak. Renovasi diperkirakan menelan biaya Rp1,3 miliar, sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat.
“Kami sangat terbuka menerima sumbangan dari siapa pun. Masjid ini adalah rumah Allah SWT, dan setiap sumbangan akan menjadi ladang amal,” kata La Kare.
Masjid Nurul Hidayah juga diharapkan dapat mendukung program keagamaan, termasuk Kampoeng Quran, yang telah melahirkan hafiz-hafiz berprestasi hingga tingkat provinsi.
Penulis : Baharuddin.



































