SULTRALINE.ID, KENDARI – Kondisi pandemi virus corona (Covid-19) yang telah melanda secara global termasuk Indonesia berbulan-bulan membuat aktivitas semua lini jadi terbatas bahkan ada yang terpaksa terhenti serta harus tertunda.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Pancasila Sulawesi Tenggara (Sultra) yang belum bisa menggelar Jambore Pancasila yang telah direncanakan.
Hal ini ditegaskan oleh Sekjend Relawan Pancasila, Al Hayun Walhidayah, yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan. Padahal kegiatan merupakan agenda yang sudah di rancang dengan baik, apalagi Kota Kendari kini sudah menerapkan pembatasan sosial jam malam oleh Walikota Kendari ditambah lagi yang terbaru Gubernur Sultra telah mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan pengumpulan massa yang banyak.
Menurutnya perencanaan kegiatan ini harus di tunda demi kemanusiaan, pihaknya menginginkan tidak adanya klaster baru pasca kegiatan jambore pancasila.
“Insya allah kegiatan tersebut tetap akan kita laksanakan sambil menunggu kondisi terbaik penanganan covid 19
di Kota Kendari,” ungkapnya kepada awak media, Rabu 23 September 2020.
Pria yang kerab disapa Hayun ini menambahkan, untuk seluruh relawan yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Sultra untuk tidak masuk Kendari dulu, sebab kegiatan jambore di tunda.
“Saya mewakili Pokja memohon maaf pada seluruh relawan atas penundaan ini,” pungkas Mantan Ketua PMTI ini.
Terhentinya aktivitas agenda tersebut ternyata malah menyentuh hati sejumlah relawan lainnya di Kendari untuk menjadi relawan kemanusiaan melawan Covid-19.
Ikhsan Jabar salah satu anggota relawan pancasila yang juga Kepala kesekretariatan jambore, guna mengisi hari-hari pasca keputusan Sekjend untuk menunda Kegiatan, Ikhsan dan relawan lainnya sibuk dengan membagi-bagikan masker pada pengguna jalan di area lampu lalu lintas MT. Haryono (KFC kendari).
Keputusan Sekjend pun direspon secara positif oleh Ketua DPW Pemuda Pancasila, Abdul Hasan Mbou yang menegaskan bahwa agenda jambore pancasila tetap akan diselenggarakan, namun saat ini semua menunggu kondisi semakin membaik dulu.
Di tempat terpisah Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, La Ode Haji Polondu menyambut baik keputusan Sekjend yang menunda sementara waktu kegiatan karena kepentingan kemanusiaan.
“Mari dukung pemerintah melawan covid 19 dengan cara memulai melindungi diri kita masing masing,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenang) Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad, memberikan apresiasi pada Pokja yang lebih mementingkan keselamatan peserta jambore pancasila.
Begitu pula respon, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sultra, Rustam Tamburaka yang menyatakan bahwa kondisi kemanusiaan harus menjadi perhatian serius saat ini terlebih kasus Covid-19 di Sultra masih terjadi.
Ia juga berpesan kepada seluruh umat beragama di Sultra untuk tetap bersama-sama menjaga Pancasila sebagai mempererat silaturahmi semua masyarakat.
Untuk diketahui kegiatan Jambore Pancasila awalnya direncanakan bakal dihelat 25 september 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 30 ribu orang, namun kondisi kemanusiaan serta memperhatikan penyebaran kasus Covid-19 yang masih terus terjadi, menjadi pilihan tindakan Pokja Jambore untuk me-reschedule (penjadwalan ulang) kegiatan.
Laporan : TIM



































