SULTRALINE.ID, KENDARI – Pengamat keuangan negara dan daerah, Nizar Fachry melihat pergerakan Survey Pilpres yang tidak menentu, mengakibatkan respon pelaku ekonomi mengalami ketidak pastian kebijakan investasi masa depan, sehingga terjadi Shock market, di sejumlah pasar Keuangan dalam negeri.
“Akibatnya tidak menentunya program ekonomi di masa akan datang, untuk menguatkan ekonomi dalam negeri, sejumlah pasar merespon kebijakan yang terjadi, mengalami penurunan sangat signifikan anjlok di Angka 7,088,78 atau turun -0,90%, yang dari Angka 7.142.49 di Minggu ini,” kata Nizar saat ditemui di salah satu warkop di Kota Kendari, 11 Desember 2023.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketidak pastian investasi masa depan, ini di karenakan belum atau tidak adanya gambaran yang pasti tentang kebijakan investasi para pelaku pasar keuangan. Hal ini hasil sejumlah market merespon trend survey pilpres hari ini yang di mana pasar belum melihat dukungan secara nyata bagi para pelaku kebijakan.
“Survey pilpres belum menunjukan, pilihan Ekonomi yang pasti, hanya menunjukan trend pemilih saat ini, ketidak pastian ini di respon oleh para pelaku Ekonomi keuangan,” ujarnya
Menurutnya, indeks Harga Saham gabungan Atau IHSG yang mengalami trend penurunan di bulan ini, menunjukan sentimen pasar terkait program masa akan datang para calon presiden (Capres) hal hasil menjelang debat kandidat tentang Konsep Market Local deviden dan Investasi Sektor Keuangan yang sama sekali tidak bisa di gambarkan melalui hasil survey pilpres, para pelaku pasar cenderung memilih sejumlah kebijakan yang menopang ekonomi ke depannya.
“Harapan, para pelaku ekonomi digital dan pelaku pasar keuangan. Ada nya sejumlah kebijakan ekonomi yang mampu mendorong ekonomi yang menciptakan kemampuan pasar keuangan di akan datang,” tutupnya.
Editor: Irdwan Jeko



































