Hari minggu saya terbang dari bandara Baubau menuju Jakarta, dengan agenda silaturahmi dengan tiga kementerian yakni dengan kementrian pendidikan Tinggi, kementerian agama dan kementerian sosial. Ketiganya dalam sehari yakni hari Senin. Biasanya amat sulit mengatur waktu pertemuan di Jakarta apalagi dengan pimpinan puncak kementerian, karena berbagai alasan terutama macet. Tapi kemarin Allhamdullillah semua berjalan baik bahkan masi dapat bonus diskusi lanjutan di markas UICI kampus cyber kebanggaan pertama di Indonesia, bahkan tiba di hotel pun masi sempat dipertemukan dengan ketua Lembaga Sensor Film Indonesia.
Suatu perjalanan sehari yang menyenangkan dan lelah pun jadi tidak terasa, tergantikan dengan diskusi dan pertemuan yang hangat bersama orang-orang penting yang bisa membantu Buteng bergerak lebih cepat mencapai visi masyarakat yang sejahtera melalui misi buteng kota santri dan pendidikan serta kota jasa dan perdagangan sementara di bidang pengembangan ekonomi berbasis SDA Buteng akan bergerak ke arah ekonomi biru dan hijau.
Sejak mencalonkan diri bersama Adam badan, kami mengusung ide itu dan kini saatnya kami perlahan berjuang untuk mewujudkan nya.
Jam 9 pagi kami dijadwalkan bertemu Prof. Fauzan. Beliau Rektor UMM 2016 – 2024 saya tidak sempat lagi bertemu beliau dalam forum rektor PTS karena saya menjadi Rektor PTS 2004-2014. Saya sempat beberapa kali satu forum pertemuan dengan Prof. muhajir Rektor UMM sebelumnya. Diskusi kami berlangsung hangat karena mungkin basis yang sama sebagai mantan rektor. Jadi mengalirlah pemikiran bagaimana agar program perkuliahan bisa nyambung dengan pekerjaan dan kebutuhan langsung potensi sumber daya di daerah. Maka kami mulai mengelaborasi Buteng dan potensi pesisir dan kelautan serta bagaimana menggerakkan ekonomi hijaunya. Diskusi yang panjang dan menyenangkan dengan kesimpulan Prof. Fauzan akan segera mencari waktu yang tepat dan lowong untuk ke Buteng.
Tentunya agenda untuk mengunjungi kampus USN di Buteng dan untuk meninjau lokasi sekolah Garuda. Terkait sekolah Garuda itu sekolah unggulan yang diharapkan ada 20 di Indonesia sehingga tidak semua provinsi bisa dapat. Target kita semoga Sultra dapat satu di manapun tempatnya. Karena itu penting untuk mendorong lompatan pendidikan yang lengkap dan modern bagi putra putri kita khususnya di Sultra. Hingga Buteng juga ikut mengajukan diri menjadi tempat bagi kampus sekolah unggulan nasional tersebut kedua tentunya melanjutkan upaya agar USN Kolaka kampus Buteng bisa menjadi Fakultas sendiri dibawah USN Kolaka. Kami mendiskusikan bersama beliau apa keunggulan dan potensi yang bisa dimaksimalkan bila agenda agenda tersebut berjalan. Sebagai sesama alumni pimpinan perguruan tinggi kami ingin mempraktikkan apa yang menjadi visi dan kegundahan kami melihat bagaimana seharusnya pendidikan bisa sejalan dengan potensi lingkungan dan kemauan dari para calon mahasiswa nya. Semoga Prof Fauzan bisa segera berkunjung ke Buteng.
Pertemuan kedua kami bersama pak Rektor IAIN Kendari Prof. Husein, menindaklanjuti pertemuan kami sebelumnya di Buteng, tentang Visi untuk kampus B IAIN Kendari di Buteng. Karena untuk kampus B dibutuhkan Izin dari Menag. Allhamdulillah melalui diskusi yang singkat tetapi bermakna pak Menag Prof. Nasaruddin Umar, segera mengarahkan staf protokol nya untuk mencari waktu segera untuk kunjungan ke Buteng untuk meletakan batu pertama rencana awal pendirian kampus B IAIN Kendari di Buteng dan sekaligus beliau berkenan untuk membawa pesantren Al ikhlas untuk membuka cabang di Buteng. Allhamdulillah tks Prof, kiai atas tanggapan yang cepat dan langsung, tinggal kami bersama pa rektor IAIN Kendari dan kanwil agama untuk mendiskusikan rundown kunjungan beliau.
Agenda ketiga kami hadir di kemensos dan diterima langsung kembali pak Agus Jabo Priyono, kalau pertemuan sebelumnya dengan profesor kampus dan berbasis akademis maka pak Agus Jabo adalah profesor pergerakan lapangan. Mantan aktivis yang malang melintang dalam pergerakan nasional ini, seperti biasa selalu berbicara taktis dan fokus pada program. Pak Wamen ayo ke Buteng jawabannya lah untuk apa ke Buteng kalau sekolah rakyatnya ndak jadi. Satu kelebihan dari kemensos hari ini sehingga sekolah rakyat yang ditargetkan oleh Bapak Presiden bisa berjalan nyaris maksimal, karena dipimpin oleh dua orang hebat yang saling melengkapi dan mengisi Gus Menteri Saifullah Yusuf yang tenang dan cermat didampingi Wamen yang cekatan dan lulus dengan nilai terbaik untuk pergerakan arus bawah. Hingga saat ini kita bisa melihat di website kemensos bagaimana sekolah rakyat mulai beroperasi, kita bisa punya harapan tinggi kedepan bahwa anak anak kaum marhaen juga bisa meraih mimpi untuk masa depan yang gemilang. Mimpi Bapak Presiden untuk anak Indonesia Insya Allah mulai bersemi di 159 Kampus kampus sekolah rakyat de Indonesia yang kita akan tunggu peresmiannya serentak oleh Bapak Presiden. Bahagianya Buteng menjadi salah satu dari yang akan di launching tersebut. Bersama beliau kami juga sempat mendiskusikan perkembangan koperasi merah putih, dan sempat langsung teleponan bersama Wamen koperasi Dr. Fery Juliantono, saya mengajak Pak Wamen koperasi untuk ke Buteng meninjau pelaksanaan koperasi merah putih di Buteng seperti yang kami rapatkan minggu lalu.
Jelang magrib kami menuju Markas UICI saya lebih senang menyebutnya sebagai Markas karena sebagai kampus cyber memang UICI dirancang sebagai kampus masa depan yang tidak lagi seperti kampus kampus konvensional yang mesti dilengkapi dengan rektorat, ruang kelas, perpus lab dsb. UICI kampus digital berbasis AI. Luar biasa, diskusi menjadi seru dengan kehadiran Pak Wagub Sultra, Pak wagub yang menggali diskusi dengan pola aktivis dan Prof Masihu menjawab dengan sistematis dan filosofis maka tak terasa waktu telah melewati angka 22. Dengan Prof Masihu, In sha Allah progres untuk Buteng sebagai daerah dengan basis ekonomi biru kami matangkan. In sha Allah dalam waktu dekat kami akan mendiskusikan lagi kapan waktu yang tepat untuk investasi lobster diteluk teluk Buteng. In sha Allah dalam waktu dekat kita akan launching dan bersama Prof. Masihu kamaludin kita akan mewujudkan bagaimana kampus menyediakan tenaga siap pakai untuk mengolah SDA yang tersedia dan kita mulai dari teluk teluk di Buteng.
Kembali ke hotel Alhamdulillah saya lanjutkan diskusi dengan talenta muda yang juga pejabat tinggi muda. Dr. Naswardi, ketua lembaga sensor film Indonesia, bersamanya kami diskusikan bagaimana mengedukasi lewat film serta mengembangkan budaya lewat film, kami sepakati untuk berkolaborasi dalam mendorong Buteng ke arah budaya perfilman dan aktivitas budaya yang sinergi dengan program kementerian kebudayaan RI.
Tks atas kebersamaan tim kami dari Buteng, pak ketua DPRD yang selalu memberikan masukan inspiratif dalam setiap diskusi kami, Bu saadia dan kadis pendidikan yang membersamai. Selain kadis pendidikan kami juga bersama kadis PU dan plh direktur RSUD Buteng tetapi kami punya jadwal berbeda. Mereka meeting untuk progres RSUD Buteng dan hari ini saya bersama Paku wagub berencana akan mengecek progres persiapan tulangan baja tersebut ditempat yang disampaikan oleh penyedia semoga benar adanya.
Publikasi : SF 009



































