Ming. Nov 28th, 2021

Tolak Proyek Sutet Milik PT. OSS, Warga Pemilik Tambak Empang Bakal Adukan ke Komnas HAM

1 min read
img-20201128-wa0031

SULTRALINE.ID, KENDARI – Sejumlah warga pemilik tambak empang, di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak proyek jaringan listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) yang berdiri di kawasan empang warga warga yang dikerjakan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).

Mereka juga bakal melapor peristiwa ini ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI mengingat hal itu telah merugikan dan terkesan pihak perusahaan tak mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu pihaknya berharap, proyek tersebut dialihkan di luar kawasan tambak empang milik mereka.

Ketua perjuangan rakyat untuk keadilan , Yusuf mengatakan, tiang sutet yang berdiri di lahan mereka dikhawatirkan kabelnya memiliki risiko bagi warga. Belum lagi radiasi yang mungkin ditimbulkan.

“Kami mengawal kasus ini sejak perusahaan tidak mematuhi aturan pemerintah sampai sekarang. Kami juga telah berkali-kali meminta pihak PT. OSS untuk menghentikan proyek tersebut sebelum menemui warga masalah masalah ini, tetapi hingga sekarang belum ada kejelasan, ”ungkapnya saat bertandang ke kantor Sultraline, Sabtu (28/11/2020).

(warga pemilik tambak empang pada saat pemasangan spanduk penolakan pembangunan Sutet milik PT. OSS)
(warga pemilik tambak empang pada saat pemasangan spanduk penolakan pembangunan Sutet milik PT. OSS)

 

Disebutkannya, penolakan kali ini dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum tiang sutet berdiri di lokasi. Di dalam databasenya, warga meminta proyek dialihkan.

“Hingga saat ini kami mendesak agar pembangunan Sutet dialihkan, karena perangkatnya dalam bahaya, apalagi tambak masih berada di atas lahan pembangunan sutet,” pintanya.

“Kami juga akan mengadukan permasalahan ini ke Komnas HAM,” tegas Yusuf.

Dalam pandangan yang sama, pemilik lahan Rustam membeberkan jika warga menyatakan telah melakukan protes. Hanya saja, bentuk aksi warga tersebut tidak memberikan efek, dan proyek tetap digarap.

Hingga sebelum proyek berdiri, ia menuturkan jika warga penolak telah membubuhkan spanduk penolakan sebagai bentuk protes, dan telah disampaikan kepada PT. OSS, tetapi diakuinya belum ada tanggapan.

“Warga sudah menolak sejak dulu, karena kami khawatir kabel sutet yang melintas ini berbahaya. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang ini, ”pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan awak media ini masih mencoba mengkonfirmasi kepihak yang dimaksud guna menjaga keberimbangan sebuah berita.


Laporan : TIM

€sl Promotion

€sl Promotion