SULTRALINE.ID, KENDARI – Sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China akan datang di Sultra tepatnya akan melintasi wilayah kota Kendari, sesuai informasi akan bertahap 2 gelombang. Gelombang pertama akan datang sejumlah 146 orang dan akan melintasi gerbang untuk masuk di wilayah Kota kendari.
Ketua umum sekolah peradaban cabang kendari, Hendra Yus Khalid, mengatakan bahwa Wali Kota Kendari sedang tidur nyenyak alias bungkam seperti patung, pasalnya orang China akan masuk di Kota kendari membawa virus corona atau covid 19 tapi reaksi seorang Wali Kota kendari tidak ada alias diam bungkam layaknya patung.
“Katanya pak Wali Kota kendari akan tutup gerbang kalau TKA masuk dan tidak akan pernah membiarkan TKA masuk di wilayah Kendari, buktinya mana kenapa masih diam saja belom berkomentar, apakah Sulkarnain Kadir sengaja kalau masyarakat Kendari terpapar virus corona atau covid 19,” katanya Hendra Yus Khalid, dalam keterangan persnya, Jumat (19/6/2020).
Apalagi, kata ia, dalam sebuah diskusi online Sulkarnain mengatakan dengan kewenangannya akan menutup wilayahnya.
“Gerbang kita tutup dengan tegas, tidak ada masuk TKA. Silakan kalau mereka mau masuk wilayah lain, yang penting kan tanggung jawab, saya menjaga masyarakat kota Kendari,” kata Sulkarnain dalam sebuah diskusi online, Sabtu (2/5/2020).
“Sekarang pak Wali Kota harus buktikan jangan hanya berstantmen saja tanpa ada bukti yang nyata, inikan TKA akan melintasi kota kendari dengan lewat gerbang tepatnya diwilaya kendari. secara jelas mereka akan membawa virus atau covid 19, seharusnya sulkarnain harus cepat bertindak, masyarakat Kendari hanya menunggu reaksi Wali Kota,” cetusnya.
“TKA asal China akan masuk ini adalah tugas Wali Kota kendari untuk menjaga masyarakatnya bukan malah membiarkan terpapar,” tambah Hendra.
Dengan masuknya TKA ia menekankan kepada Wali Kota Kendari Sulkarnain untuk tidak diam bungkam seperti patung, dengan membiarkan TKA asal cina lewat digerbang.
“Jika pak Wali Kota membiarkan masuk, maka kami akan aksi besar-besaran dikantor walikota,” tutup Hendra yang merupakan pengurus Hmi cabang kendari.
Untuk diketahui, Gubernur Sultra dan Forkopimda telah menyetujui masuknya 500 TKA China yang merupakan tenaga ahli yang akan bekerja di perusahaan tambang terbesar di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe yakni PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).
Laporan : TIM



































