SULTRALINE.ID, KENDARI – Dalam upaya nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjembatani kesenjangan keterampilan di era digital serta memperkuat kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mahasiswa Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (FT-UHO) meluncurkan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2025 melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Microsoft Office di SMK Negeri 4 Kendari.
Program ini fokus untuk mengatasi kesenjangan metode pembelajaran di sekolah yang selama ini cenderung didominasi oleh pendekatan teori serta minimnya implementasi project-based learning dan minimnya keterampilan praktis yang sesuai standar industri.
Kegiatan KKN Tematik ini dibimbing oleh 6 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) dari Jurusan Informatika, yakni: Statiswaty, ST., MMSI, Prof. Dr. Ir. Laode Muhammad Golok Jaya, ST.,MT., Isnawaty, S.Si.,MT., Bambang Pramono, S.Si. MT., Asa Hari Wibowo, ST., M.Eng., dan Dr. Ir. Muh. Ihsan Sarita, M.Kom. Para DPL menaruh harapan besar bahwa program ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kesiapan kerja siswa, meliputi aspek kemandirian, kemampuan adaptasi teknologi, dan penguasaan keterampilan yang terintegrasi.
Statiswaty, ST., MMSI selaku Ketua Tim PkM menjelaskan bahwa pelatihan dan pendampingan ini berlangsung sejak tanggal 16 hingga 30 September 2025.
“Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi siswa dalam menggunakan aplikasi perkantoran modern agar siswa mampu bekerja mandiri dan mampu dengan cepat beradaptasi, baik dalam mendukung pembelajaran di sekolah, Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun dalam dunia kerja nyata setelah lulus nanti,” ungkapnya, Selasa (30/09/2025).
Lebih lanjut Statiswaty memaparkan bahwa program ini dirancang berdasarkan hasil evaluasi program PKL siswa-siswa SMK Negeri 4 Kendari yang dilaksanakan di Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo.
“Evaluasi terhadap 13 siswa peserta PKL menunjukkan bahwa 50% dari mereka membutuhkan pelatihan dan pendampingan intensif dalam penggunaan aplikasi perkantoran. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi urgensi pelaksanaan program PkM ini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Ir. Laode Muhammad Golok Jaya, ST.,MT, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik dan juga sebagai DPL, menyatakan bahwa program pelatihan dan pendampingan ini telah dirancang secara matang oleh Tim DPL dan dilaksanakan secara terjadwal selama 14 hari.
“Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perkantoran berstandar industri dan tuntutan dunia kerja terkini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa implementasi seluruh program akan diemban oleh Tim Mahasiswa serta akan menyajikan pelatihan yang bersifat praktis, interaktif dan aplikatif guna memastikan siswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung.


Ditempat sama, Bambang Pramono, S.Si. MT., menambahkan bahwa selain materi dasar administrasi perkantoran yang mencakup penggunaan Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point, program ini juga membekali siswa dengan materi pembuatan Curriculum Vitae (CV).
“Secara rinci, materi Microsoft Office Word meliputi pelatihan pembuatan surat dan laporan yang sesuai standar industri. Untuk Microsoft Office Excel, siswa akan dilatih membuat laporan lengkap dengan perhitungan dan visualisasi grafik,” katanya.
Materi Microsoft Power Point akan fokus pada penyusunan presentasi yang menarik dengan penambahan animasi dan transisi. “Pada pelatihan menyusun CV diberikan materi menyusun CV profesional berbasis Applicant Tracking System (ATS), untuk memastikan kemudahan terbaca oleh sistem rekrutmen modern,” sambung Bambang Pramono, S.Si. MT.,
Ditambahkan pula, Ketua Jurusan Informatika yang sekaligus sebagai DPL, Isnawaty, S.Si., MT., mengemukakan bahwa PkM telah terlaksana dari tanggal 16-29 September 2025 dan berjalan dengan baik. Selama pelaksanaan, mahasiswa peserta KKN tematik berkontribusi sebagai pemateri dan pendamping.
“Kami juga berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi mahasiswa peserta KKN tematik dalam hal manajemen waktu, mengingat pelaksanaan KKN Tematik bersamaan dengan jadwal perkuliahan yang padat. Selain itu kegiatan ini bisa membangun dan lebih mengasah soft skill mereka,” tegasnya.
Hingga berita ini dimuat, mahasiswa informatika peserta KKN Tematik masih menggelar pelatihan Microsoft Power Poin dan Canva yang sudah terjadwal serta dilanjutkan dengan seminar prompting AI (Artificial Intelligence).
Seminar Prompting AI dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan secara tepat dan bertanggung jawab. Materinya berkaitan dengan teknik kreatif, meliputi : Negative prompting (melarang hasil tertentu), prompt sequencing (pecah instruksi kompleks) dan peran manusia sebagai curator dan editor.
Berdasarkan penjelasan DPL, Asa Hari Wibowo, ST., M.Eng., pelatihan Canva dan seminar AI yang dilaksanakan hari ini merupakan program tambahan PKM.
Menurutnya pelatihan Canva ditujukan untuk memperkuat kemampuan desain grafis yang kini menjadi tuntutan diberbagai sector industri dan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan keterampilan.
“AI bukan pengganti manusia, tetapi alat bantu yang harus digunakan dengan bijak. Kami ingin siswa memahami cara merancang prompt yang efektif agar memperoleh respons yang relevan dan akurat’, jelas Dr. Ir. Muh. Ihsan Sarita, M.Kom.
Dalam pelaksanaan pelatihan, terlihat antusiasme siswa sangat tinggi, khususnya siswa yang berasal dari jurusan yang berkaitan dengan administrasi perkantoran dan teknologi informasi. Sebagai bentuk keberlanjutan program pelatihan, Tim KKN telah menyusun dan menyerahkan modul pembelajaran digital kepada pihak sekolah. SMK Negeri 4 pun berkomitmen untuk mengintegrasikan materi pelatihan ini ke dalam kurikulum regular.

Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kendari, Dr. Herman, S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasinya atas inisiasi Tim PKM dan mahasiswa KKN Tematik yang dinilai dapat memberikan manfaat kepada siswa sehingga mereka memiliki kemampuan dasar dalam penggunaan aplikasi perkantoran yang sangat bermanfaat ketika mereka memasuki dunia kerja.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Untuk ke depan, kami berharap durasi pelaksanaan pelatihan dan pendampingan bisa diperpanjang menjadi dua hingga tiga bulan, agar dampaknya lebih optimal” ungkapnya.
Dengan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, program ini menjadi contoh kongkret sinergi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin digital dan dinamis.
Editor: Irdwan Jeko DSAS



































