SULTRALINE.ID, KENDARI – Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali menyelenggarakan seminar Internasional Conference on Maritime Infrastructure and Development (ICMID), di Hotel Claro Kendari, Selasa 21 November 2023.
Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor II yang mewakili Rektor UHO. Seminar yang dilakukan secara hybrid Online dan Offline mengundang Menteri Investasi Bahlil Lahaladia namun berhalangan hadir karena ada tugas dari Presiden RI. Selain itu mengundang pemateri dari Rhode Island University dan University of Putra Malaysia, serta pemateri lokal yang dibawakan oleh Prof Dr Ld Muh Goloh Jaya.
Dekan Fakultas Teknik UHO, Dr Edward Ngii menjelaskan kegiatan tersebut guna menjalankan visi misi UHO yakni sebagai institusi yang unggul dalam kajian-kajian terkait kemaritiman, yang kali ini mengusung tema “Enhancing Maritime Infrastructure to live in a more Sustainable World”.
“Tema ini sangat relevan dengan Fakultas Teknik apalagi dengan hadirnya program studi Teknik Kelautan, dan juga adanya MoU antara 3 Institusi yakni UHO, Rhode island University di Amerika dan Pemprov Sultra yang pernah ditanda tangani di Jakarta beberapa waktu yang lalu, sehingga Fakultas Teknik UHO berkontribusi memberikan pemikiran-pemikiran yang positif karena dalam kegiatan ini kita bertemu dengan para peneliti, para ahli dan para pebisnis di bidang kemaritiman untuk saling bersinergi serta mengeluarkan ide-ide terbaik dalam mengembangkan infrastruktur maritim di Sultra,” terang Edward Ngii saat ditemui disela-sela kegiatan.
“Untuk peserta itu dosen-dosen dari Fakultas Teknik selain itu juga ada dari luar negeri. Jadi para peneliti dari luar negeri ini mengirimkan paper ide-ide dan hasil penelitian mereka baik secara online maupun offline, namun yang paling banyak mengikuti dari UHO karena dari sisi kebutuhan dan kajian-kajian ini guna mengimplementasikan mewujudkan visi misi UHO dan Fakultas Teknik itu sendiri,” paparnya.
Edward Ngii berharap melalui kegiatan ICMID ini, mampu mempercepat keunggulan UHO khususnya dalam meningkatkan infrastruktur kemaritiman, terlebih ini untuk kedua kali dilaksanakan.
“Tentu kita berharap ada keberlanjutan, kemudian akan lahir kolaborasi-kolaborasi melakukan penelitian dengan universitas yang kita hadirkan sebagai narasumber dan kita juga bisa bersinergi dengan kementerian karena sekarang sudah ada bidang kemaritiman, sehingga dibutuhkan langkah-langkah kongkrit Kedepannya, apalagi sudah melibatkan perguruan tinggi dan internasional, yang tentunya pemerintah bisa mensupport dalam meningkatkan infrastruktur maritim kita,” pungkasnya.



Sementara itu, Prof Dr Ld Muh Goloh Jaya sebagai salah satu narasumber mengatakan Indonesia khususnya Sultra diketahui memiliki banyak wilayah-wilayah pesisir, pulau-pulau dan pedesaan yang tersebar.
Sehingga kata ia, perlu adanya penelitian-penelitian terkait mitigasi bencana alam serta pergerakan permukaan tanah pada jaringan infrastruktur di Kepulauan mengingat sangat rentan dengan bencana alam seperti longsor serta penurunan tekstur tanah.
“Kita berharap melalui penelitian-penelitian yang ada terutama Infrastruktur jalan di kepulauan bisa di monitor secara berkala dan jangka panjang, sehingga hal-hal yang menyebabkan kerusakan dan bencana bisa diantisipasi lebih dini,” katanya.
“Kita berharap juga melalui seminar internasional ini bisa terus dilaksanakan untuk desiminasi dan menyebarkan luaskan hasil penelitian dan tentunya Fakultas Teknik UHO harus jadi yang terdepan dalam menyebarkan luaskan penelitian yang bermanfaat bagi daerah kita,” tutup Goloh yang juga Wakil Dekan II Fakultas Teknik UHO ini.
Sekedar informasi, Seminar Internasional ICMID untuk kedua kalinya dilaksanakan yang sebelumnya pada 2018 silam.
Editor: Irdwan Jeko



































