SULTRALINE.ID, KONAWE SELATAN – TIM Dosen Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKM-I) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penanaman Hijauan Pakan Ternak (HPT) berbasis Sistem Tiga Strata (STS) di Desa Wuura, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, 16 November 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peternak dalam mengelola pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sistem Tiga Strata (STS) adalah metode pertanian yang memanfaatkan tiga lapisan tanaman secara bersamaan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha ternak. Dengan konsep ini, peternak dapat menanam berbagai jenis tanaman pakan ternak di setiap strata atau lapisan, yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan efisien. STS diyakini dapat mengatasi keterbatasan lahan sambil meningkatkan kualitas dan ketersediaan pakan ternak.
Prof. La Ode Nafiu, selaku salah satu pembicara dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa STS merupakan solusi jangka panjang untuk masalah pakan ternak yang sering kali menjadi kendala utama dalam peternakan.
“Melalui Bimtek ini, kami ingin peternak belajar cara mengelola tanaman pakan ternak secara tepat, baik dalam hal penanaman, perawatan, maupun pemanenannya. Selain itu, sistem ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi biaya pakan,” ujar Prof. La Ode Nafiu.
Bimtek ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. H. La Ode Nafiu, M.Si, IPU ASEAN, Eng, yang didampingi oleh tim ahli dari UHO, antara lain Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Dr. Ir. H. Musram Abadi, S.Pt, M.Si, Dr. Fuji Astuty Auzra, S.Pt, M.Si dan Dr. Nur Santy Asminaya, S.Pt., M.Si.
Kegiatan ini melibatkan Kelompok Ternak Walaka Mepokonso di Desa Wuura dan diawali dengan serangkaian survei lokasi, sosialisasi, serta Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk menyusun solusi atas permasalahan yang dihadapi peternak setempat.

Tujuan utama dari Bimbingan Teknis ini adalah untuk memberdayakan peternak kerbau di Desa Wuura dengan memberikan mereka pengetahuan tentang teknik penanaman pakan ternak yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Melalui penerapan STS, peternak diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal serta mengurangi ketergantungan pada pakan ternak yang mahal ungkap Dr. Fuji Astuty Auza.
“Keberagaman tanaman yang ditanam dalam sistem ini tidak hanya bermanfaat untuk pakan ternak, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Dengan STS, peternak bisa memaksimalkan penggunaan lahan dan mengurangi biaya produksi,” tambah Dr. Nur Santy Asminaya.
Program ini merupakan bagian dari upaya UHO dalam mendukung peningkatan kesejahteraan peternak, khususnya Kelompok Ternak Walaka Mepokonso. “Tim PKM UHO berkomitmen untuk terus mendampingi peternak dalam menerapkan teknologi peternakan yang tepat guna untuk memastikan keberlanjutan usaha peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” Ungkap Dr. Musram Abadi.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para peternak tidak hanya memperoleh ilmu baru tentang pengelolaan pakan ternak yang lebih baik, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha ternak mereka di masa depan.
TIM



































