SULTRALINE.ID, KOLAKA – Wilayah Kabupaten Kolaka sebagain besar merupakan perairan (laut) dengan luas mencapai ± 15.000 km2 dan panjang garis pantai 293,45 km. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka Tahun 2020, jumlah penduduk di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka sebanyak 3.218 jiwa terdiri dari laki- laki sejumlah 1.629 jiwa dan perempuan 1.589 jiwa. Dusun 05 Kelurahan Anaiwoi merupakan wilayah permukiman suku Bajo, di mana masyarakat suku bajo Kelurahan Anaiwoi umumnya bekerja sebagai nelayan tangkap tradisional.
Setiap kali musim hujan tiba dengan intensitas tinggi maka akan terjadi fenomena naiknya muka air laut yang menyebabkan aktivitas sehari hari warga terganggu termasuk aktivitas melaut. Masyarakat suku bajo Kelurahan Anaiwoi menjadikan laut sebagai sumber mata pencaharian utama sehingga perubahan iklim akan sangat mempengaruhi sumber mata pencaharian masyarakat. Permasalahan lainnya adalah laut masih menjadi tempat pembuangan sampah/limbah rumah tangga
Melihat fenomena ini, Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) USN Kolaka yang terdiri dari Yolanda Fitria Syahri sebagai ketua Tim, Masitah dan Marlina Mustafa sebagai anggota tim melakukan upaya pemberdayaan kelompok POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas) selaku mitra kegiatan yang sebagian besar beranggotakan suku bajo yang berprofesi sebagai nelayan warga Kelurahan Anaiwoi.
Kegiatan PKM ini memiliki misi yang sama dengan POKMASWAS yaitu keberlanjutan lingkungan pesisir dan laut sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk (1) pemberdayaan mitra kegiatan sebagai bagian dari masyarakat yang rentan terhadap fenomena perubahan iklim dan (2) upaya adaptasi dan mitigasi sebagai upaya awal pemberdayaan masyarakat pesisir menuju program kampung iklim “ProKlim”.


Pelaksanaan kegiatan PKM di awali dengan tahap implementasi menuju ProKlim melalui pembuatan peta kondisi lingkungan pesisir melalui Qualitative Risk Assessment Matrix wilayah mitra dengan menggunakan instrument/tools.
Kegiatan pemberdayaan juga dilakukan dengan menitikberatkan pada anjuran hidup sehat melalui lingkungan yang bersih/bebas sampah dengan pembuatan plang anjuran membuang sampah pada tempatnya di beberapa titik lokasi pembuangan sampah di wilayah Pesisir Kelurahan Anaiwoi.
“Pembagian tempat sampah dan drum air untuk menampung ataupun penyimpanan air bersih saat musim kemarau tiba kepada masyarakat Pesisir Kelurahan Anaiwoi juga dilakukan sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi terhadap fenomena perubahan iklim,” ujar Yolanda.
Ketua tim PKM juga menambahkan “Kami dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, mengucapkan terimakasih kepada PKM – DRTPM KEMDIKBUDRISTEK T. A. 2024 sebagai pemberi dana, pihak LP2MP USN Kolaka, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, mitra POKMASWAS, pemerintahan Desa/Kelurahan atas dukungan dan kerjasamanya sehingga kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
TIM



































