SULTRALINE.ID, KOLAKA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sembilanbelas November Kolaka yang memperoleh dana hibah dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sukses melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Lalonona melalui Penerapan Teknologi Pascapanen Talas (Colocasia esculenta) menjadi tepung talas “Gluten-free” dalam peningkatan ekonomi masyarakat Desa Lalonona Kabupaten Konawe. Kegiatan ini berkolaborasi dengan mitra Kelompok Ibu PKK Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Kegiatan PKM ini didasari potensi sumber pangan lokal yang besar khususnya tanaman talas di Desa Lalonona, namun potensi tersebut yang belum maksimal untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Sehingga, Tim PKM USN Kolaka yang diketuai oleh Maretik, S.P., M.Si dengan 2 anggota timnya yakni Yanti, S.P., M.Si dan Gaby Nanda Kharisma, S.Pd., M.Sc secara langsung melakukan Penyuluhan sekaligus pelatihan pengolahan pascapanen talas menjadi tepung talas “Gluten-free” guna meningkatkan perekonomian masyarakat disertai dengan pengemasan yang menarik.
“Selain kaya serat dan bernutrisi tinggi, produk talas ‘Gluten-free’ juga dianggap mendukung ketahanan pangan lokal yang memanfaatkan tanaman umbi yang mudah untuk dibudidayakan. Tren ini sekaligus membuka peluang usaha baru bagi calon pelaku ataupun pelaku UMKM di bidang pangan berbasis kearifan lokal, sehingga Tim PKM kami menawarkan inovasi baru dengan beberapa teknologi yang sangat cocok digunakan dalam mengolah talas menjadi produk yang memiliki daya saing serta bernilai jual tinggi guna meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Maretik.

Produk olahan talas kini makin banyak menarik perhatian masyarakat terutama sebagai alternatif makanan sehat, karena sifatnya yang bebas gluten. Talas diolah menjadi berbagai produk seperti tepung, kue, hingga camilan sehari-hari yang aman dikonsumsi oleh penderita intoleransi gluten maupun masyarakat yang memilih menjalankan pola hidup sehat. Pada praktek pengemasan, Tim PKM memberikan contoh desain kemasan dengan tampilan yang menarik dan meningkatkan daya jual, serta nama produk yang mudah dihafal yakni “Tepung Talas Lalonona”. Hal tersebut bertujuan agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dengan tetap mencantumkan nama desa asal produk ini yakni Desa Lalonona.
“Ucapan terimakasih Tim Pengabdian Masyarakat USN Kolaka, kepada DRTPM Kemendiktisaintek sebagai pemberi dana, pihak LP2MP, Universitas Sembilanbelas November Kolaka yang banyak memfasilitasi kegiatan ini, serta Pemerintah Desa Lalonona yaitu Kepala Desa Lalonona yang telah memberikan izin hingga kegiatan PKM ini dapat terlaksana, dan tidak kalah penting Ketua dan anggota Kelompok PKK Desa Lalonona sebagai mitra yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya.
Editor: Irdwan Jeko



































