SULTRALINE.ID, KENDARI – Obat merupakan zat kimia berbahaya yang digunakan untuk indikasi tertentu. Obat adalah suatu bahan tunggal atau campuran yang digunakan untuk mencegah, mengurangi, dan menyembuhkan penyakit (Muhith dkk., 2022). Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 obat adalah bahan atau paduan bahan yang termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan, dan kontrasepsi manusia (Depkes RI, 2009).
Dengan dasar urgensi memahami Terkait pengggunaan obat obatan serta memberikan informasi sejak dini tentang apoteker kepada siswa atau pelajar maka tim pengabdian pendidikan profesi apoteker universitas Halu Oleo melakukan sosialisasi tentang apoteker cilik.
Sangatlah perlu untuk memberikan pemahaman terhadap dunia kesehatan seperti apoteker ini sejak dini terhadap anak-anak. Jadi, Apoteker Cilik (APOCIL) merupakan sebuah gagasan sebagai upaya dalam membangkitkan eksistensi profesi Apoteker secara lebih nyata. Penjelasan tersebut menjadi dasar penting diadakannya brainding profesi apoteker sejak dini terutama di kalangan siswa SD. Apoteker Cilik (APOCIL) adalah suatu proses untuk meningkatkan peran apoteker secara lebih nyata sejak usia dini. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan citra positif profesi apoteker di tengah masyarakat agar tercipta kondisi lingkungan yang menyehatkan untuk masyarakat (Anidya dkk., 2013).
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak sebagai upaya membangkitkan eksistensi profesi Apoteker sejak dini melalui Apoteker Cilik dan memberikan edukasi kepada anak sejak dini tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang benar.
Muh. Hajrul Malaka, S.Si., M.Si selalu ketua dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa Tujuan dari kegiatan pengabdian di SDN 94 Kendari, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara adalah untuk memberikan informasi dan mengedukasikan kepada anak-anak usia dini agar lebih mengenal profesi Apoteker dan tugasnya serta mengetahui cara penggunaan obat yang baik dan benar.
“Sehingga dapat menumbuhkan minat anak-anak kepada profesi Apoteker dan penggunaan obat yang baik dan benar dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari,” katanya, Jumat, 13 Oktober 2023

Salah satu anggota dari kegiatan pengabdian ini Eva Agustina menyampaikan bahwa kegiatan apoteker cilik itu juga dimaksudkan untuk membantu dan meningkatkan pengetahuan anak tentang obat. Sehingga, anak dapat ikut andil dalam menyampaikan informasi terkait dengan penggunaan obat yang diketahuinya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 94, Ida Bagus Komang Karwita, S.Pd.,M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab dengan adanya sosialisasi ini anak anak didik mendapatkan ilmu baru Terkait apoteker dan bagaimana penggunaan obat yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Lanjut kepsek menuturkan bahwa harusnya kegiatan ini tetap dilaksanakan bukan hanya pada satu sekolah, sebab tidak semua sekolah ataupun instansi pendidikan mengetahui Terkait penggunaan obat, dan ini harus pengetahuan dasar yang harus dimiliki setiap individu/masyarakat.
Laporan:Jasman/CJSL



































