SULTRALINE.ID, KENDARI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi waspada dan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Balai Desa Puasana, Kecamatan Moramo utara serta bimbingan teknis satu rumah satu jumantik bagi warga di Desa Puasana. Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, 25-27 Agustus 2024
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN Tematik UHO yang merupakan mahasiswa kesehatan masyarakat memberikan materi tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 5 M (Menguras tempat penampungan air, Mengubur barang-barang bekas, Menutup wadah penampungan air, Menggunakan lotion atau obat nyamuk, kelambu dan pakaian terang dan Melakukan fogging). Salah satu hal yang di edukasi adalah cara agar tidak ada jentik di penampungan air dengan memberikan bubuk abate secara bertahap. Peserta sosialisasi yang terdiri dari warga, perangkat desa, serta pemuda setempat, diajarkan secara langsung bagaimana menanggulangi perkembangan jentik nyamuk.
Langkah selanjutnya yang di lakukan adalah bimbingan teknis dan edukasi dengan menggunakan poster. Melalui satu rumah satu juru pemantau (JUMANTIK). Di satu rumah satu jumantik, kami melakukan sosialisasi dan edukasi, respon beberapa keluarga yang kami temui sangat menunjukkan keterbukaan dan antusiasme terhadap apa yang kami sampaikan mengenai apa itu demam berdarah, apa penyebab dan gejalanya, apa yang bisa di lakukan untuk menangani dan mengobatinya dan apa yang bisa di lakukan untuk mencegahnya.
Menurut Ketua Tim PkM terintegrasi KKN Tematik, Dr. Nani Yuniar, S.Sos, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program utama KKN Tematik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UHO yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan kewaspadaan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di desa Puasana.
“Kami berharap, setelah kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis melalui satu rumah satu jumantik, warga desa Puasana lebih sadar akan pentingnya menghentikan perkembangbiakan jentik nyamuk, karena tentunya akan merugikan diri sendiri dan orang banyak” ujar Fahrul sebagai koordinator Mahasiswa dari kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala Desa Puasana, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa UHO yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih siap menghadapi kejadian tak terduga salah satunya meninggal akibat terpapar demam berdarah dengue (DBD),” tutur Kepala Desa Puasana.

Antusiasme warga terlihat dari respon mereka Ketika mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis di rumah mereka dengan aktif bertanya. Beberapa warga yang mengikuti sesi tanya jawab menuturkan bahwa mereka merasa bertambahnya pengetahuan mengenai pencegahan kewaspadaan DBD.
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat yang berada di desa Puasana dapat menjadikan kegiatan ini sebagai awal terbentuknya program-program Kesehatan lainnya, serta dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap Kesehatan dan kebersihan lingkungan mereka, agar terhindar dari penyakit DBD serta penyakit lainnya.
TIM



































