SULTRALINE.ID, KOLAKA — Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Jaya Desa Kukutio, Kabupaten Kolaka, mendapatkan pendampingan melalui program pemberdayaan dengan penerapan teknoekonomi produk olahan berbasis ubi kayu dan tempe. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2025, yang bertujuan meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing produk olahan hasil pertanian lokal. KWT Mekar Jaya dikategorikan sebagai kelompok masyarakat produktif secara ekonomi, karena ditopang oleh potensi sumber daya alam dan ketersediaan hasil pertanian yang melimpah akan tetapi teknologi yang digunakan dalam masih minim atau alat yang digunakan masih tradisional. KWT ini telah memiliki usaha kelompok yang menghasilkan beberapa produk, di antaranya: kripik singkong, tape singkong, dan kripik tempe.
Tim dosen Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) melakukan pendampingan melalui kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) dalam mendukung program kampus berdampak oleh Kemensaintekdikti sehingga Kegiatan ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Jaya sebagai mitra, dengan tujuan meningkatkan keterampilan serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Ketua tim, Abdul Rahim, S.P., M.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan nilai tambah pada komoditas lokal yang selama ini hanya dikonsumsi sebagai pangan sehari-hari.
“Kami ingin agar ibu-ibu tani di Kukutio mampu mengoptimalkan hasil pertanian mereka. Ubi kayu dan tempe tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bisa diolah menjadi aneka camilan dan makanan siap saji yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Tim pelaksana terdiri atas Fitrah Adelina, S.TP., M.P. (Anggota 1), La Ode Hasnuddin S. Sagala, S.Si., M.Cs. (Anggota 2), serta mahasiswa pendamping Rusman dan Elisnswati. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman, sekaligus implementasi nyata sinergi antara kampus dan masyarakat.
Produk yang dihasilkan dari pelatihan meliputi keripik singkong, Kripik tempe, krupuk dan tape dengan kemasan yang lebih higienis dan menarik. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kepala Desa Kukutio menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat menjadi energi baru bagi warga desa untuk terus berkembang dan berinovasi.
Kegiatan ini juga sangat mendukung program Astacita dan Smawadapangan pemerintah, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain itu, inisiatif ini merupakan bagian dari Program “Kampus Berdampak” yang digagas USN Kolaka, sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam pembangunan berkelanjutan di daerah.
Kegiatan PKM tersebut di biayai oleh Direktorat penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan pengembangan kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan teknologi tahun Anggaran 2025.

Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, KWT Mekar Jaya diharapkan dapat tumbuh menjadi pelaku usaha produktif yang mandiri, serta menjadikan produk olahan ubi kayu dan tempe sebagai ikon pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Kolaka.
Editor: Irdwan Jeko



































