Sel. Mar 9th, 2021

Terus Digencarkan Isu Pendatang Hingga Harus Diusir, Rajiun Sebut Itu Bentuk Kepanikan : Mereka Tidak Paham Marwahnya Muna

1 min read
img-20201008-wa0017

SULTRALINE.ID, MUNA – Calon Bupati Muna Laode M Rajiun Tumada mengatakan sering mendengar beragam informasi yang dihembuskan di masyarakat Muna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tentang isu tidak sedap mengenai dirinya.

Rajiun menyebut isu tersebut diantaranya adalah bahwa ia bersama wakilnya La Pili harus diusir kala melakukan kunjungan di masyarakat Muna sebab mereka adalah pendatang.

Pasangan calon yang berakronim ‘RAPI’ ini mengatakan beredarnya isu pendatang bisa jadi adalah sebuah bentuk kepanikan. “Apakah ini bentuk kepanikan, ketakutan dan kegalauan?” kata Rajiun yang sontak mendapat teriakan ‘Rapikan Muna’ dalam sambutannya diacara silaturahmi bersama sejumlah pedagang dan warga sekitar pasar sentral Laino Raha, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Rabu, 07 Oktober 2020.

Ketua Lemkari Sultra ini pun menegaskan bahwa ia adalah putra asli yang lahir dan besar di Kabupaten Muna.

“Sebenarnya yang pendatang ini siapa? Saya ini adalah putra asli daerah Kabupaten Muna yang lahir dan besar di wilayah Kabupaten Muna Raya secara keseluruhan. Bapak Haji La Pili juga menjadi anggota DPRD Provinsi Sultra tiga periode bukan dari dapil Ternate, bukan dapil Jakarta, bukan Makassar, tetapi dapilnya adalah Muna Raya secara keseluruhan,” bingungnya.

Ia lantas mengatakan yang penyebar isu pendatang itu adalah karena tidak paham tentang marwahnya Muna Raya secara keseluruhan.

“Saya ingin sampaikan kepada kelompok-kelompok yang berbeda pilihan bahwa Kabupaten Muna dan Muna Barat hanya terpisah dari sisi administrasi pemerintahan. Dua pemimpin yang berbeda. Tetapi harus diketahui bahwa Kabupaten Muna dan Muna Barat dari sisi adat, budaya, dan bahasa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapa pun,” jelasnya.

Mantan Bupati Muna Barat ini juga menyinggung tentang komitmen kepemimpinan. Ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa seorang pemimpin itu mestinya menjawab janji politik seperti tertuang dalam visi-misi yang kemudian terjabarkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Dengan begitu, menurut dia, masyarakat pasti akan senang.

Namun, ketika janji-janji politik dalam visi-misi itu tidak terjawab, maka ia pun menyarankan solusinya adalah ganti rasa.

“Kalau saudara-saudaraku sudah merasakan masakan dan racikannya dokter Baharudin dulu, hari ini juga sudah merasakan masakan dan racikannya Rusman Emba, coba-coba juga rasakan masakan dan racikannya Laode M Rajiun Tumada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Rajiun memaparkan sejumlah program yang sudah berhasil ia torehkan secara berkelanjutan di Muna Barat saat menjadi bupati. Diantaranya yaitu tentang pakaian sekolah gratis, tunjungan perbaikan penghasilan bagi pegawai negeri sipil, PBB gratis bagi lansia, bukuh nikah gratis, dan pembangunan jalan dan jembatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Mau di Muna seperti itu? Kalau mau ini orangnya,” ujar mantan KasatPol PP Sultra ini menunjuk dirinya yang terus disambut teriakan ‘Rapikan Muna’ dari masyarakat.

“Saya kira bisa lihat di Muna Barat, karena yang kita butuhkan pembuktian, bukan janji semata” sebutnya.

Rajiun juga berjanji bersama La Pili akan menuntaskan semerawutnya persoalan pasar seperti dikeluhkan banyak pihak khususnya para pedagang. Ia mengaku sudah menampung semua aspirasi pedagang dan sudah memetekan langkah-langkah pembenahannya.

“Kami sudah data semua. InsyaAllah tidak lama lagi apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Muna, para pedagang akan terwujud. Saya jamin dalam dua tahun semua akan terakomidir dari wilayah pedagang kecil sampai pedagang bawah,” sebutnya

“Saya sudah paham, berikan kepercayaan kepada kami berdua. Kalau pengaturannya dimenej dengan baik dan juga tidak tertangani sama orang-orang yang tidak jelas, maka kemudian yang harus kita berikan adalah pemerintah harus memberikan ketegasan terhadap mereka para petugas yang menanganinya,” lanjutnya.

“Saya ingin tegaskan bahwa kami berdua ini adalah tegas, disiplin, tapi bijak untuk rakyat,” pungkas calon Bupati Muna nomor urut 2 ini.


Laporan : DD

€sl Promotion

€sl Promotion