SULTRALINE.ID, JAKARTA – Dalam menertibkan Tata Ruang di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Punjak dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid akan segera mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait.
Nusron Wahid mengatakan langkah ini dilakukan untuk menyusul permintaan Mentri koordinator Bidang Infrastruktur Dan Pembangunan Kewilayahan (Menko infra), Agus Harimurti Yudhoyono, dalam hal menindaklanjuti penyalahgunaan lahan di bogor yang berdampak pada bencana.
“Kami akan mengecek dan menertibkan tata ruang yang ada dikawasan Jabodetabek-punjur, karna ini merupakan ekosistem yang tidak bisa dipisahkan, kejadian di Bogor bisa berdampak banjir di Jakarta, dan sampah di Jakarta bisa berpengaruh di Bekasi, begitupun kawasan lainya,” ungkapnya Jum’at (07/03/2025).
“Kami akan segera menggelar pertemuan untuk kordinasi bersama Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Kepala Daerah di Bogor, Bekasi, Tanggerang dan Cianjur untuk membicarakan penertiban kawasan strategis nasional dan aspek tata ruang serta pengelolaan sampah,” sambungnya.
Pada kesempatan itu juga Mentri Nusron menanggapi pernyataan Mentri Kordinator Pangan Zulkifli Hasan terkait penyegelan beberapa perusahaan di bogor. Menurutnya, persoalan utama terletak pada izin Tata ruang, untuk itu kami meminta pada Pemda untuk lebih disiplin dalam menerbitkan izin pemanfaatan lahan, agar tidak terjadi penyalahgunaan fungsi ruang.
“Ini masih persoalan lama, jadi Pemda harus lebih disiplin, kalau memang lahan nya untuk ruang hijau atau perkebunan,jangan digunakan untuk perumahan atau industri,” pungkasnya.
Penulis: Yus Misran
Editor: Irdwan Jeko



































