SULTRALINE.ID, MUNA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr LM Baharuddin memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan keluarga pasien mengamuk setelah pasien meninggal dunia, pada jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita.
Direktur RSUD dr LM Baharuddin, melalui Kabag Tata Usaha Wa Ode Siti Muslimat, menjelaskan bahwa pasien yang meninggal dunia adalah Ngalin, seorang pria berusia 73 tahun. Pasien tersebut masuk ke rumah sakit pada 4 September 2024 sekitar pukul 22.00 WITA dengan riwayat hipertensi, diabetes, masalah jantung, serta riwayat stroke.
“Setibanya di Unit Gawat Darurat (UGD), pasien langsung mendapatkan penanganan medis. Setelah stabil, pasien dipindahkan ke ruang rawat inap Flamboyan untuk perawatan lanjutan,” Jelas Wa Ode Siti Muslimat, Sabtu malam ( 07/09/2024).
Lanjut Wa Ode Siti Muslimat,Tim medis kemudian memutuskan untuk memasang nasogastric tube (NGT) guna membantu pemberian makanan dan obat, mengingat kondisi pasien yang tidak mampu makan dan minum obat secara normal. Namun, pihak keluarga menolak pemasangan NGT tersebut.
“Penolakan dari keluarga sudah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga yang terlihat mengamuk dalam video kemungkinan tidak sepenuhnya memahami keputusan pihak keluarga yang menolak tindakan medis tersebut.
Dokter dan tim medis RSUD dr LM Baharuddin menegaskan bahwa mereka telah mengikuti prosedur dan melakukan upaya terbaik dalam menangani pasien.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Mardiana, menekankan bahwa rumah sakit selalu berpegang pada standar pelayanan medis yang berlaku dan memastikan setiap pasien ditangani dengan profesionalisme.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar, serta masyarakat tidak salah paham dengan kejadian yang sebenarnya,” pungkasnya.
Penulis : Baharuddin



































