SULTRALINE.ID, MUNA – Sukses meraih predikat cumlaude di Universitas Negeri Makassar, Sumarni Sumai, wanita asal Muna, Sultra, menjadi sorotan atas kontribusinya dalam mengembangkan teori inovatif terkait eksklusi sosial anak dari keluarga penyalahguna narkoba di Kota Makassar.
Sumarni, yang sebelumnya menjabat sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri Parepare, menyelesaikan studinya dengan indeks prestasi 3,88. Ia mengukir prestasi gemilang ini pada upacara wisuda yang berlangsung pada Senin, 20 November 2023.
Anak dari alm H. La Sumai, A. M. Pd, ini membuktikan dedikasinya terhadap dunia ilmiah dengan berhasil membangun teori yang memberikan pandangan mendalam terhadap dampak sosial yang dihadapi anak-anak dari keluarga penyalahguna narkoba. Penelitian Sumarni menghadirkan gambaran yang komprehensif mengenai eksklusi sosial di berbagai lapisan kehidupan anak-anak tersebut.
Selain keberhasilannya di dunia akademis, Sumarni Sumai juga merupakan penerima beasiswa Program Mora 5000 Doktor dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam perayaan wisuda, Sumarni mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama atas dukungan finansial yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengejar studi doktoralnya.
Mewakili Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum, saat memimpin sidang promosi, memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa Sumarni Sumai.
“Sumarni tidak hanya mewakili keberhasilan pribadi, tetapi juga merupakan inspirasi bagi mahasiswa dan mahasiswi lainnya untuk menggali potensi diri dan berkontribusi dalam penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Profesor Baso Jabu saat memimpin sidang promosi.


Keberhasilan Sumarni Sumai bukan hanya sebagai pribadi yang meraih predikat cumlaude, tetapi dedikasi untuk menyelesaikan penelitian yang relevan dengan masalah sosial yang mendesak. Sumarni Sumai, dengan kecerdasan dan ketulusannya, telah memberikan kontribusi berharga dalam mengurai kompleksitas eksklusi sosial yang dihadapi anak-anak dari keluarga penyalahguna narkoba.
Laporan: Ando Hasrin
Editor: Irdwan Jeko



































