SULTRALINE.ID, BAUBAU – Di tengah moderenisasi kehidupan kota, sekelompok pemuda muncul sebagai pionir dalam menghidupkan nilai-nilai sunnah Rasulullah SAW. Mereka melakukan berbagai upaya untuk menyebarkan ilmu agama secara suka rela, swadaya dan militansi tinggi. Menarik untuk ditelisik bagaimana kelompok muda ini mengisi kekosongan ruang-ruang religius di tengah masyarakat.
Di bawah nama Spirit Pemuda Hijrah (SPH) mereka bergerak. Upaya mereka dalam menghidupkan sunnah tak pernah setengah-setengah. Dalam setiap sudut kota, terlihat jejak-jejak nyata. Mulai dari rumah Qur’an, syiar dan dakwah, aksi sosial kemasyarakatan hingga aksi bela Palestina.
“SPH terinspirasi dari gerakan hijrah yang diinisiasi oleh Ustadz Hanan Attaqi. Kami menerapkan semangat hijrah itu di kota Baubau. Program utama kami fokus pada dua hal utama yaitu dakwah Al Quran dan sosial keumatan” Ungkap Ust. Rudiyanto, S.Kep, Ners- founder Spirit Pemuda Hijrah.

Program dakwah Alquran fokus pada belajar tahsin dan tahfidz qur’an dengan segmentasi muda-mudi kota. Sedangkan sosial keumatan fokus pada aksi-aksi sosial seperti penggalangan dana bagi korban bencana alam hingga aksi bela Palestina.
Dalam kegiatan syiar keagamaannya, SPH juga melakukan kerjasama lintas kelembagaan misalnya program kerjasama dengan Bunda PAUD Kota Baubau, Dompet Dhuafa, Dinas Pendidikan Kota Baubau, serta sekolah dari jenjang sekolah dasar – Sekolah Menengah Atas.
Tak tanggung-tanggung, untuk urusan kajian keilmuan, SPH yang sudah berkiprah 6 tahun ini berhasil mendatangkan ulama-ulama besar seperti Ustaz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D, Syekh Muhammad Jaber, Syekh Ahmad Samir dari Mesir, Syekh Abdurrahman Muzariq, Ust. Muhammad Husein Gaza, dan Ustadzah Oki Setiana Dewi.
“Semoga orang-orang yang melihat, menyaksikan, mendengarkan program-program dakwah yang kami lakukan kemudian terketuk pintu hatinya, terbuka mindset-nya, dan bisa terus mendukung dakwah kami” tutupnya.
Oleh karena itu nyala dakwah Spirit Pemuda Hijrah tak boleh dibiarkan padam. Keterlibatan masyarakat dan pemerintah perlu digalang secara berkelanjutan. Keberlangsungan syiar agama ini butuh sumbangsih dari mereka yang punya peduli dan niat yang sama untuk menghidupkan semangat dakwah Rasulullah SAW di seantero Kepulauan Buton agar terwujud masyarakat Madani, Insya Allah.
“ Imam Asy-Syafi’i berkata, “Demi Allah, hidupnya pemuda itu dengan ilmu dan takwa. Jika keduanya tidak ada, maka keberadaannya tidak dianggap ada.”
Laporan: Ayyash Alyasin
Editor: Irdwan Jeko



































