SULTRALINE.ID, KENDARI – Anggota MPR RI Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan memberi pemahaman mengenai Empat Pilar MPR terdiri Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dan terkait tugas lembaga legislatif hingga soal konstitusi, pada para anak Panti Asuhan Al Hidayah, Senin (8/8/2022).
Rabia mengajak semua anak untuk terus mencintai dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dan Pancasila. Menurutnya, bahwa para anak sudah tidak asing lagi dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila terutama Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Disamping itu, Rabia menegaskan bahwa para generasi muda, santri, kiai, dan ulama mempunyai peran yang penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Rabia pun
“Untuk itu saya mengajak khususnya yang berada lingkungan Panti Asuhan ataupun Pondok Pesantren di Sulawesi Tenggara untuk kembali mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan menerapkannya pada setiap sendi kehidupan masyarakat,” kata Rabia.
Ia pun menyebut jasa para anak muda dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi pembangunan Indonesia.
Ia mengatakan Empat Pilar Kebangsaan adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.
“Adalah sangat penting bagi para pimpinan panti asuhan bahkan pondok pesantren untuk menyampaikan kembali kepada para anak, santri dan santriwati tentang wawasan empat pilar kebangsaan,” bebernya.
Rabia mengatakan anak muda sudah berkontribusi bagi bangsa ini, jauh sebelum Republik ini merdeka.
“Oleh Karena itu, kami berpesan kepada para anak dan semua yang hadir, agar terus memahami dan menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan meskipun di tengah Situasi Pandemi Covid-19,” tambah Rabia.
Senator asal Sulawesi Tenggara ini mengajak para anak agar menjaga diri melalui gerakan 5 M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, mengindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.
Ia pun menjelaskan bahwa dengan mentaati protokol kesehatan yang dibuat oleh Pemerintah, maka para anak telah ikut serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan karena membantu pemerintah untuk ikut serta membantu upaya menghentikan penyebaran Covid-19.
“Saat ini masih banyak orang yang tidak patuh dengan protokol kesehatan artinya ia tidak peduli dengan dirinya dan tidak peduli terhadap keselamatan orang lain,” timpalnya.
“Bangsa Indonesia kini sedang berperang melawan Pandemi Covid-19 oleh sebab itu, setiap warga tak terkecuali para anak pun harus berpartisipasi aktif membantu menekan laju penyebaran covid. Kami imbau, agar proses pendidikan yang dilaksanakan di pesantren agar tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.



































