SULTRALINE.ID, KENDARI – Rencana revitalisasi Baruga di Benteng Keraton Wolio – Buton yang berada di Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dijadwalkan akan mulai dikerjakan tahun 2023 ini.
Revitalisasi tersebut imbas, dari kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo tahun lalu ke Kota Baubau, Jokowi melalui Kementerian PUPR memberikan bantuan sebesar 18 Milyar Rupiah untuk revitalisasi Benteng Keraton Wolio – Buton. Salah satu dalam rencana revitalisasi itu adalah merehab Baruga di dalam benteng.
Bahkan telah beredar rencana gambar pembangunan Baruga tersebut. Dalam gambar itu nampak bangunan Baruga yang begitu mewah dengan dinding beton yang perkasa, dihiasi patung naga sudut depan atapnya. Diduga Gubernur Sultra, telah menyetujui gambar tersebut dalam kunjungannya kemarin di Mesjid Keraton Wolio – Buton.
Atas hal itu memunculkan tanggapan dari salah satu ormas terbesar yakni Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melalui Muh. As’ad Salihi selaku Ketua DPP Pospera kepada media ini Minggu, 12 Maret 2023.
“Menurut saya, Gubernur harus lebih cermat terkait rencana pembangunan Baruga tersebut. Baik dari segi arsitektur tradisional dan budaya. Contohnya Betonisasi pembangunan Baruga, itu merupakan pengingkaran terhadap karya peradaban arsitektur lokal kesultanan Buton,” ungkapnya.
Apalagi, Benteng Keraton Wolio – Buton merupakan salah satu peninggalan sejarah dari masa kesultanan Buton, segala elemen budaya didalamnya merupakan warisan arsitektur budaya masyarakat Buton yang harus tetap kita jaga kelestariannya. Perlu kita ketahui bahwa pada tanggal 20 Mei 2021 melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor: 115/RI/2021, ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya Nasional.
“Revitalisasi Baruga itu, wajib mengadaptasi arsitektur tradisional, yang tentunya sejalan dengan Baruga memori kolektif masyarakat Buton. Jika Gubernur Sultra ingin merestorasi Baruga yang bertujuan pelestarian budaya, maka seharusnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal,” timpal As’ad yang juga Putra Asli Keraton Buton ini.
As’ad juga mengingatkan Gubernur Sultra bahwa revitalisasi Baruga menggunakan bahan Beton tidak sesuai dengan UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Peraturan Walikota Baubau No. 179 tahun 2002 tentang penetapan kawasan Benteng Wolio-Buton sebagai kawasan khusus kota Baubau.
“Olehnya itu, baiknya Gubernur Sultra menimbang-nimbang kembali rencana revitalisasi Baruga menggunakan Beton. itu mudaratnya sangat banyak, apalagi itu adalah bentuk ketidakberpihakan terhadap pelestarian Budaya,” pungkas pria akrab disapa Jojo.
Editor: Irdwan Jeko
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...
SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...
SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...